Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Lantik Pengurus IPSM

Wali Kota Pontianak Tekankan Akurasi Data Sosial Agar Bantuan Tepat Sasaran

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Pontianak 2026-2031.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pentingnya pemutakhiran data sosial sebagai kunci utama agar program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Ia menilai masih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan penanganan cepat, terutama mereka yang masuk kategori rentan secara sosial dan ekonomi.

 

Kelompok tersebut antara lain lanjut usia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), korban kecelakaan, hingga gelandangan dan pengemis. Umumnya, mereka berada pada kelompok desil 1 hingga desil 5 yang sangat membutuhkan respons cepat berbasis data yang akurat.

 

“Kelompok ini sangat rentan. Karena itu, data yang akurat dan terkini menjadi hal mutlak agar intervensi pemerintah tepat dan cepat,” ujar Edi saat melantik Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Pontianak periode 2026–2031 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (20/1/2026).

 

Edi menekankan peran strategis IPSM sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan kondisi masyarakat di lapangan. Menurutnya, IPSM menjadi ujung tombak dalam pendataan dan verifikasi warga prasejahtera, sehingga koordinasi dengan RT, RW, lurah, camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas harus terus diperkuat.

 

“Data harus terus diperbarui dan divalidasi. Jika data tidak akurat, bantuan bisa salah sasaran. Saat ini pemerintah menggunakan satu rujukan utama, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan langsung. Validitas data sangat menentukan akses warga terhadap layanan publik seperti BPJS Kesehatan, bantuan sosial, hingga akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

 

Sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota transit, Pontianak juga menghadapi tantangan sosial akibat arus urbanisasi dan kedatangan penduduk dari luar daerah, termasuk dari luar Pulau Kalimantan. Kondisi tersebut kerap memunculkan persoalan sosial baru, seperti keluarga terlantar dan warga tanpa identitas kependudukan yang jelas.

 

“Semua ini membutuhkan penanganan berbasis data yang kuat serta kolaborasi lintas sektor,” katanya.

 

Edi mengapresiasi peran IPSM dan mengajak seluruh pengurus untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sosial melalui kerja sama yang erat dan berkelanjutan.

 

Sementara itu, Ketua IPSM Kota Pontianak Rina menegaskan komitmen organisasinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan sosial secara profesional, terukur, dan berbasis data. 

 

IPSM, menurutnya, bergerak atas dasar pengabdian dan kepedulian sosial sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.

 

“IPSM merupakan wadah para pekerja sosial masyarakat yang berkomitmen menjadi inisiator, motivator, dan dinamisator dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Pontianak,” ujarnya.

 

Rina menjelaskan, sebagai inisiator IPSM mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sebagai motivator, IPSM berupaya memberdayakan warga agar lebih mandiri. Sedangkan sebagai dinamisator, IPSM berperan sebagai penghubung responsif antara warga yang membutuhkan dengan sumber daya pemerintah maupun swasta.

 

Sebagai langkah konkret, IPSM meluncurkan program IPSM Menyapa atau Melayani Nyata dan Terpadu untuk Sesama. Program ini dirancang berbasis pengalaman lapangan dengan pendekatan door to door untuk memvalidasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), sehingga bantuan pemerintah dapat benar-benar tepat sasaran.

 

Selain itu, IPSM Menyapa juga mencakup kolaborasi dengan mitra CSR guna memberikan stimulan ekonomi bagi warga prasejahtera, serta program Menyapa Krisis sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat yang dialami lansia terlantar, penyandang disabilitas, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan segera. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: