Kamis, 16 April 2026
Advertisement
Advertisement

Haru dan Menginspirasi, Aila Afifah (13) dari Pontianak Jadi Calhaj Termuda di Indonesia

© Foto oleh Editor
Aila Afifah (13), siswi Kelas VInSD LKIA Pontianak menjadi jemaah calon haji termuda asal Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Kisah mengharukan datang dari Kota Pontianak. Seorang siswi berusia 13 tahun, Aila Afifah, tercatat sebagai jemaah calon haji (calhaj) termuda di Indonesia tahun 2026.

Aila yang masih duduk di bangku kelas VI SD LKIA Pontianak Selatan ini akan berangkat ke Tanah Suci bersama ayah dan bibinya. Keberangkatannya bukan tanpa alasan, ia menggantikan sang ibu yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

 

“Saya senang bisa doakan ibu di sana,” ujarnya usai mengikuti manasik haji terintegrasi Kota Pontianak di Masjid Raya Mujahidin, Selasa (14/4/2026).

 

Aila akan berangkat bersama total 1.508 jemaah calon haji asal Kota Pontianak pada awal Mei mendatang. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 619 jemaah.

 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut peningkatan ini sebagai bukti tingginya antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah haji. Dari total jemaah, sebanyak 843 orang merupakan perempuan dan 665 orang laki-laki.

 

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Pontianak untuk menunaikan rukun Islam kelima sangat tinggi,” ujarnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa jemaah tertua tahun ini berusia 83 tahun, sementara yang termuda adalah Aila Afifah yang baru berusia 13 tahun.

 

Dalam kesempatan tersebut, Edi berpesan kepada seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan dan memperkuat mental selama menjalani rangkaian ibadah haji. Ia menekankan bahwa perjalanan haji merupakan proses panjang yang membutuhkan kesiapan fisik dan spiritual.

 

“Bapak-Ibu harus optimis. Ini adalah proses panjang menuju puncaknya nanti di wukuf di Arafah,” tuturnya.

 

Menurutnya, tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama untuk berangkat haji. Oleh karena itu, para jemaah diminta untuk mensyukuri kesempatan tersebut dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

 

“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan mental. Jutaan orang dari seluruh dunia akan berkumpul di sana dengan cuaca yang panas,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Perwakilan Kota Pontianak, Muslimin, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah jemaah tahun ini telah diantisipasi dengan baik, termasuk dalam hal administrasi.

 

“Biasanya kami terkendala paspor jemaah, tapi tahun ini tidak ada kendala hingga tenggat waktu,” ujarnya.

 

Kisah Aila Afifah menjadi potret keteguhan hati dan bakti seorang anak. Di usianya yang masih sangat muda, ia membawa doa dan harapan untuk sang ibu, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang makna keikhlasan dan perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: