Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Asap Mulai Terasa, Pontianak Siaga Penuh Hadapi Ancaman Karhutla

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memasang spanduk larangan membakar lahan.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Keluhan warga Kota Pontianak terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir. Penurunan kualitas udara mulai dirasakan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang memicu kerawanan kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

 

Sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar di provinsi ini, Pontianak menjadi daerah yang paling merasakan dampak asap. Meski demikian, berdasarkan data pemantauan sebaran titik panas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sumber asap tersebut tidak sepenuhnya berasal dari dalam wilayah Kota Pontianak.

 

Dalam beberapa hari terakhir memang sempat terjadi kebakaran lahan di sejumlah titik, khususnya di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak bergerak cepat dengan menurunkan personel ke lokasi. Berkat respons sigap petugas, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa kondisi kemarau menjadi salah satu faktor pemicu munculnya api di sejumlah lokasi. Namun ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak telah bersiaga sejak dini melalui pemantauan rutin di kawasan rawan karhutla.

 

“Petugas sudah melakukan monitoring sejak sebelum karhutla. Ketika api muncul, personel langsung siap memadamkan. Setelahnya, kami juga tetap bersiaga untuk mencegah adanya oknum pembakar,” ujar Edi, Selasa (20/1/2026).

 

Edi menegaskan, Pemkot Pontianak bertanggung jawab penuh dalam pengendalian karhutla di wilayah kota. Upaya pencegahan dan penanganan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari patroli lapangan, pemadaman cepat, hingga pengawasan pascakejadian guna mencegah pembakaran ulang.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah hotspot di Kota Pontianak justru tercatat sebagai yang paling rendah di Kalimantan Barat. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang memiliki sebaran titik panas lebih tinggi.

 

Fakta tersebut menunjukkan bahwa kabut asap yang dirasakan warga Pontianak tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas karhutla di dalam kota. Asap kiriman dari wilayah sekitar, ditambah pengaruh arah angin dan letak geografis Pontianak, turut memperparah dampak yang dirasakan masyarakat.

 

Sementara itu, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak hingga hari ini berada pada kategori sedang. Meski belum masuk kategori berbahaya, Edi tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.

 

“Untuk sementara gunakan masker, dan jika memungkinkan, kurangi aktivitas di luar ruangan,” pesannya.

 

Pemkot Pontianak memastikan tetap siaga dan fokus mengendalikan kondisi, sekaligus terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar guna menekan dampak karhutla secara lebih luas dan berkelanjutan. (*)

Editor :
Slamet Ardiansyah

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: