Senin, 09 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Edi Dorong Pemuda Pontianak Kuasai Peluang Ekonomi dan Bangun Kolaborasi di Era Digital

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjadi pembicara pada Diskusi Publik Anak Muda dan Pengusaha Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak generasi muda untuk menjadi pribadi tangguh, adaptif, dan mampu menangkap peluang ekonomi di tengah pesatnya perkembangan Kota Pontianak sebagai kota jasa, perdagangan, dan pendidikan. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

 

“Pemuda sekarang harus menjadi pemuda yang tangguh, dibekali ilmu pengetahuan, kecerdasan membaca peluang, serta berani tampil di berbagai bidang. Selain kritis, juga berani mengambil peran,” ujarnya saat Diskusi Publik bersama Anak Muda dan Pengusaha Kota Pontianak di Kafe 5cm Untan, Kamis (26/2/2026).

 

Ia menjelaskan, Pontianak memiliki potensi ekonomi besar, terutama karena statusnya sebagai ibu kota provinsi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi serta sebagai pusat pendidikan. Tercatat, lebih dari 43 ribu mahasiswa menempuh pendidikan di kota ini, dan sebagian besar berasal dari luar Pontianak.

 

“Ini potensi besar. Mereka tinggal, makan, minum, ngopi, dan beraktivitas di sini. Kota ini juga kota pelajar dan kota jasa. Peluang ekonomi terbuka sangat lebar,” jelasnya.

 

Edi mencontohkan pesatnya pertumbuhan sektor kuliner dan warung kopi sebagai indikator berkembangnya ekonomi jasa di Pontianak. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.

 

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya berbagai tantangan yang dihadapi kota, seperti kemacetan, pertumbuhan jumlah kendaraan, persoalan sampah, serta kebutuhan infrastruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, pusat, serta partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda.

 

“Kita harus berkolaborasi dan bersinergi. Tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan sendiri. Semua harus bersama-sama membangun,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya pemuda memahami data dan kebutuhan pasar sebagai dasar dalam menciptakan peluang usaha. Kebutuhan komoditas seperti kopi, telur, sayur, dan bahan pangan lainnya di Pontianak dinilai membuka peluang besar, baik di sektor produksi, distribusi, maupun usaha turunan lainnya.

 

“Kalau kita hitung kebutuhan telur, kopi, sayur, dan lainnya setiap hari, itu peluang ekonomi yang sangat besar. Tinggal bagaimana pemuda berani mengambil kesempatan itu,” katanya.

 

Edi berharap momentum Ramadan dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan, sekaligus memotivasi generasi muda untuk menjadi lebih produktif dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

 

“Mudah-mudahan Kota Pontianak menjadi kota yang berkah, maju, dan dirahmati. Dan generasi mudanya bangkit bersama membangun,” pungkasnya.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: