Minggu, 05 April 2026
Advertisement
Advertisement

Enam Rumah Ludes, Bantuan Darurat Disalurkan

Wako Edi Rusdi Kamtono Tinjau Korban Kebakaran Parwasal

© Foto oleh Editor
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan darurat kepada korban kebakaran di Jalan Parwasal.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Parwasal, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak, Rabu (25/3/2026) malam, menyisakan puing-puing dari enam unit rumah warga yang hangus terbakar.

 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi korban sekaligus menyerahkan bantuan darurat. Bantuan yang diberikan meliputi kasur, selimut, peralatan masak, makanan siap saji hingga fasilitasi pengurusan dokumen kependudukan bagi warga terdampak.

 

Edi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan pihak kepolisian, mayoritas kasus kebakaran di Kota Pontianak dipicu oleh korsleting listrik.

 

“Dari beberapa kejadian yang kami telusuri, indikasi sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” ujarnya usai menyerahkan bantuan, Kamis (26/3/2026).

 

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah. Selain itu, warga juga disarankan melibatkan pihak berkompeten seperti teknisi listrik atau PLN untuk memastikan kondisi instalasi, meteran, hingga MCB tetap aman dan sesuai standar.

 

Menurutnya, karakteristik bangunan di Pontianak yang masih banyak menggunakan material kayu, ditambah kondisi cuaca kering, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

 

“Api sangat cepat menyebar. Meskipun puluhan unit pemadam kebakaran dikerahkan, sering kali tidak mampu mengimbangi cepatnya api membesar,” jelasnya.

 

Tercatat sedikitnya enam rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Meski saat kejadian kondisi air sedang pasang, besarnya kobaran api tetap menyulitkan proses pemadaman.

 

Pemerintah Kota Pontianak terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik, guna meminimalisir risiko kebakaran di kawasan permukiman.

 

Sementara itu, salah satu korban, Wakil (44), mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya. Bengkel motor miliknya yang baru dirintis sekitar enam bulan terakhir ikut hangus terbakar, termasuk peralatan kerja dan kendaraan pelanggan.

 

“Bengkel ini masih sewa dan baru saya jalankan enam bulan, tapi sudah habis terbakar,” tuturnya.

 

Ia menyebut, terdapat sekitar empat unit sepeda motor milik pelanggan yang ikut terbakar. Dari seluruh aset yang ada, hanya satu unit motor yang sempat diselamatkan sebelum api membesar.

 

Akibat kejadian tersebut, Wakil memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp100 juta hingga Rp200 juta. Saat ini, ia bersama keluarga terpaksa tinggal sementara di sekitar lokasi karena bengkel tersebut juga difungsikan sebagai tempat tinggal.

 

Meski mengalami kerugian besar, ia bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.

 

“Alhamdulillah keluarga semua selamat, tapi usaha saya satu-satunya habis. Saya sangat berharap ada bantuan untuk bisa bangkit kembali,” ucapnya.

 

Pemerintah Kota Pontianak memastikan akan terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu pemulihan pasca kebakaran.

 

“Kami akan terus berupaya membantu warga terdampak, baik melalui bantuan darurat maupun program lanjutan agar mereka bisa kembali bangkit,” pungkas Edi. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: