Kamis, 16 April 2026
Advertisement
Advertisement

Pontianak Tancap Gas Wujudkan Indonesia ASRI, Edi: Sejak Lama Kita Rawat Kota Ini

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersepeda di jalur sepeda dengan pepohonan di sepanjang trotoar.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya mendukung arahan Presiden melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI). Bagi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menjaga kota tetap bersih, hijau, dan tertata bukanlah hal baru, melainkan komitmen yang telah dijalankan jauh sebelum gerakan tersebut digaungkan secara nasional.

 

Edi menyampaikan, perhatian Presiden terhadap penataan lingkungan perkotaan, termasuk penertiban spanduk, baliho, papan nama, dan reklame yang semrawut, sejalan dengan langkah yang selama ini diterapkan di Pontianak. Menurutnya, estetika kota sangat berpengaruh terhadap daya tarik dan kenyamanan masyarakat maupun pengunjung.

 

“Kalau kota tidak cantik, orang juga tidak tertarik datang. Saya sangat setuju dengan arahan Bapak Presiden, dan itu sudah kami lakukan sejak lama,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

 

Ia mencontohkan, penanaman pohon rutin hampir setiap pekan telah menjadi agenda berkelanjutan Pemkot Pontianak. Kawasan yang sebelumnya minim ruang hijau kini mulai tampak lebih teduh dan tertata. Selain itu, kegiatan gotong royong massal yang melibatkan aparatur dan masyarakat terus digalakkan secara berkala di seluruh wilayah kota.

 

“Gotong-royong kita lakukan setiap bulan dan tersebar di seluruh wilayah kota. Ini bukan kegiatan seremonial, tapi bagian dari budaya merawat kota,” tegasnya.

 

Ke depan, Pemkot Pontianak akan memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga unsur TNI dan Polri. Langkah ini dilakukan agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara kolektif dan berkelanjutan.

 

Tak hanya itu, inovasi pengelolaan sampah juga menjadi fokus. Edi mendorong setiap sekolah dan kantor pemerintahan memiliki sistem pengolahan sampah organik mandiri. Daun dan sampah organik lainnya dapat dimasukkan ke dalam lubang atau bak penampungan khusus, kemudian diproses menggunakan bakteri pengurai hingga menjadi kompos.

 

“Nanti kita tanam gorong-gorong atau tempayan, sampah organik dimasukkan ke situ, disemprot bakteri pengurai, dan jadilah pupuk. Sampah selesai di tempat. Yang dibuang hanya plastik dan kaleng,” jelasnya.

 

Dengan berbagai langkah konkret tersebut, Edi optimistis Pontianak akan terus berkembang sebagai kota yang asri, nyaman, dan memiliki daya tarik tinggi. Dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI pun, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan sudah menjadi budaya dan gerakan nyata yang konsisten dijalankan. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: