Sabtu, 04 April 2026
Advertisement
Advertisement

LKPJ 2025 Disampaikan, Kinerja Pembangunan Pontianak Lampaui Target

© Foto oleh Editor
Penandatanganan berita acara penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa (31/3/2026).

 

Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan capaian pembangunan daerah secara umum menunjukkan tren positif. Rata-rata capaian sasaran tujuan pembangunan daerah mencapai 106,20 persen, sementara capaian kinerja daerah berada di angka 110,22 persen.

 

“Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar target pembangunan daerah dapat direalisasikan dengan baik,” ujarnya.

 

Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak meningkat menjadi 82,80. Peningkatan ini ditopang oleh kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat. Usia harapan hidup juga tercatat mencapai 75,96 tahun.

 

Meski demikian, Edi Rusdi Kamtono mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, salah satunya angka stunting yang berada di level 22,3 persen. Pemerintah kota, kata dia, akan terus memperkuat intervensi melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan gizi, serta kolaborasi lintas sektor.

 

Selain itu, indeks pembangunan literasi masyarakat yang berada di angka 34,85 juga menjadi perhatian. Pemerintah berkomitmen menghadirkan program literasi yang lebih inovatif dan berbasis komunitas.

 

Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemkot Pontianak mencatat capaian positif dengan indeks reformasi birokrasi sebesar 84,7 serta indeks pelayanan publik 4,71. Tak hanya itu, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan daerah juga berhasil dipertahankan.

 

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak mencapai 5,34 persen dengan PDRB per kapita sebesar Rp80,79 juta. Namun, pada sektor infrastruktur, indeks masih berada di angka 72,23, yang menunjukkan perlunya percepatan pembangunan.

 

Dari sisi lingkungan, indeks kualitas lingkungan hidup meningkat menjadi 65,69, sementara indeks risiko bencana menurun ke angka 50,09. Kondisi sosial masyarakat juga dinilai kondusif, tercermin dari indeks kepuasan masyarakat yang mencapai 93,947.

 

Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat.

 

“Kami menyadari masih ada indikator yang perlu diperbaiki. Ini menjadi komitmen kami untuk terus menyempurnakan kebijakan pembangunan ke depan,” ucapnya.

 

Ia juga menilai penyampaian LKPJ menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan kualitas kebijakan publik.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menyatakan pihaknya akan segera membahas LKPJ secara menyeluruh bersama seluruh komisi.

 

Ia menegaskan DPRD akan mencermati setiap capaian maupun indikator yang masih perlu ditingkatkan guna memastikan pembangunan daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“LKPJ ini akan kami bahas secara komprehensif, baik capaian yang sudah baik maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.

 

Menurut Satarudin, DPRD juga akan memberikan rekomendasi strategis sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah kota agar program pembangunan ke depan semakin tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: