Sabtu, 04 April 2026
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Pontianak All Out Dukung Anggelia Meryciana ke Ajang Puteri Indonesia 2026

© Foto oleh Editor
Anggelia Meryciana mewakili Kalbar pada ajang pemilihan Putri Indonesia 2026 saat beraudiensi dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Dukungan penuh diberikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kepada Anggelia Meryciana yang akan mewakili Kalimantan Barat dalam ajang Puteri Indonesia 2026. Keikutsertaan Anggelia dinilai bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

 

“Kita sangat mendukung Anggelia yang membawa nama Kalbar, khususnya Pontianak. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan budaya dan karakter daerah kita,” ujar Edi Kamtono usai menerima kunjungan Anggelia di Ruang VIP Wali Kota, Rabu (1/4/2026).

 

Ia berharap Anggelia mampu tampil percaya diri serta membawa identitas budaya Kalbar dengan kuat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam ajang nasional menjadi bagian penting dalam membangun citra positif daerah sekaligus mendorong prestasi anak muda di berbagai bidang.

 

Sementara itu, Anggelia Meryciana menyatakan kesiapannya untuk tampil maksimal di panggung nasional. Ia dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 3 April 2026, sebelum menjalani masa karantina pada 7 hingga 24 April, yang akan ditutup dengan malam final di bulan yang sama.

 

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat agar bisa memberikan yang terbaik,” tuturnya.

 

Berbagai persiapan intensif telah dijalani Anggelia, mulai dari pelatihan hingga beauty camp untuk mengasah kemampuan public speaking, catwalk, serta penyampaian gagasan. Ia menegaskan bahwa ajang Puteri Indonesia tidak hanya menuntut penampilan, tetapi juga kesiapan mental, wawasan, dan kemampuan mengenali diri.

 

Dalam proses pembekalan, ia berpegang pada lima prinsip utama, yakni Brain, Beauty, Behavior, Be Right, dan Be Brave sebagai fondasi menjadi representasi perempuan Indonesia.

 

Lebih dari itu, Anggelia berkomitmen mengangkat kekayaan budaya Kalimantan Barat di panggung nasional. Ia akan menampilkan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa sebagai identitas khas Pontianak, serta memperkenalkan budaya Dayak. Untuk kostum nasional, ia mengambil inspirasi dari perayaan Cap Go Meh yang menjadi tradisi besar di Kalbar.

 

Perempuan berusia 27 tahun ini sehari-hari berprofesi sebagai carbon consultant dan carbon project manager di perusahaan kehutanan di Kalimantan. Ia merupakan lulusan Universitas Bunda Mulia Jakarta dengan gelar Sarjana Pariwisata.

 

Dengan bekal pendidikan dan pengalaman profesional tersebut, Anggelia optimistis dapat tampil sebagai representasi perempuan Kalbar yang berdaya, berbudaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: