Minggu, 05 April 2026
Advertisement
Advertisement

Waterfront Kapuas Kembali Dikebut, Segmen Gang Kamboja–H Mursyid Siap Disulap Lebih Ikonik

© Foto oleh Editor
Warga saat jogging di kawasan waterfront.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak kembali mengakselerasi pembangunan kawasan waterfront di tepian Sungai Kapuas dengan memulai penataan lanjutan pada segmen Gang Kamboja hingga Gang H Mursyid. Proyek strategis ini menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata dan ruang publik.

 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pembangunan waterfront merupakan program jangka panjang yang telah dirintis sejak 2014 dan terus dilanjutkan secara bertahap.

 

“Program waterfront ini sudah berjalan sejak lama dan akan terus kita lanjutkan. Ini penting untuk memperkuat identitas dan wajah Kota Pontianak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

 

Pada tahun 2026, proyek ini mulai dikerjakan dengan skema multiyears selama tiga tahun, dengan dukungan anggaran awal sebesar Rp20 miliar dari APBD Kota Pontianak. Kawasan yang dibangun nantinya akan mengusung konsep serupa dengan penataan di Parit Besar, namun diperkaya dengan elemen baru yang lebih modern, ramah lingkungan, dan tetap mengangkat kearifan lokal.

 

Edi Kamtono menjelaskan, waterfront segmen ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik yang menarik, mulai dari ruang rekreasi, area olahraga, hingga spot-spot ikonik yang “instagramable”. Selain itu, kawasan ini juga akan terintegrasi dengan taman yang direncanakan berada di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas I.

 

“Konsepnya tetap kita kembangkan agar lebih unik, nyaman, dan memiliki ciri khas lokal. Termasuk menghadirkan ruang-ruang publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

 

Saat ini, pemerintah kota masih melakukan pembahasan teknis sebelum masuk tahap sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Penataan akan difokuskan pada bangunan yang berada di luar garis sempadan sungai, dengan pendekatan yang mengedepankan solusi dan kompensasi yang sesuai.

 

“Secara umum tidak banyak lahan yang harus dibebaskan. Namun jika ada yang terdampak, akan kita berikan kompensasi perbaikan sesuai dengan desain yang direncanakan,” jelasnya.

 

Lebih jauh, pembangunan waterfront ini diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi Kota Pontianak, mulai dari peningkatan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi lokal, hingga penciptaan lapangan kerja baru. Untuk itu, Pemkot juga membuka peluang dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

 

Menurut Edi Kamtono, koordinasi telah dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Kapuas, DPR RI khususnya Komisi V, serta kementerian terkait. Meskipun terdapat tantangan efisiensi anggaran di tingkat pusat, respons terhadap rencana ini dinilai cukup positif.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Pemerintah kota, lanjutnya, akan merancang kawasan yang aman dan tahan terhadap potensi kerusakan, termasuk dengan pemasangan sistem pengawasan di sejumlah titik.

 

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas ini. Karena tanpa dukungan bersama, sulit menjaga infrastruktur tetap baik. Kita desain agar aman, nyaman, dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: