Senin, 09 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Pontianak Ajak ASN Jadikan Al-Qur’an Pedoman Pelayanan Publik

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran sekaligus buka puasa bersama di Aula Rumah Dinas.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman sekaligus sumber inspirasi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ajakan tersebut disampaikannya saat peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (6/3/2026).

 

Menurut Edi, momentum Nuzulul Quran di bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.

 

“Melalui Al-Qur’an mudah-mudahan kita terus mendapatkan inspirasi dalam menjalankan tugas dan fungsi di Pemerintah Kota Pontianak, sehingga kota ini menjadi kota yang dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan peringatan Nuzulul Quran juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan di lingkungan pemerintahan. Terlebih menjelang Idul Fitri, aktivitas masyarakat biasanya meningkat sehingga pemerintah daerah dituntut tetap memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

 

“Jangan karena alasan puasa kita menjadi kurang semangat. Justru di bulan Ramadan ini kita harus semakin bersemangat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Edi berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat terus menjadi landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta membangun Kota Pontianak yang semakin maju dan memberi manfaat bagi masyarakat.

 

Dalam tausiyahnya, Samsul Hidayat mengajak aparatur Pemerintah Kota Pontianak menerapkan keseimbangan nilai Jamal dan Jalal dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Menurutnya, kedua dimensi tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter pelayanan yang baik.

 

Ia menjelaskan, Jamal melambangkan kelembutan, kasih sayang, dan kebaikan, sedangkan Jalal mencerminkan ketegasan, kekuatan, serta prinsip integritas. Keduanya harus berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja.

 

Sebagai contoh, ia menyebut ibadah puasa di bulan Ramadan sebagai bagian dari proses Jalal karena mengandung kewajiban dan penempaan diri. Meski secara lahiriah terasa berat, di baliknya terdapat nilai Jamal berupa kedekatan spiritual, kesempatan memperbanyak doa, serta mempererat hubungan dengan keluarga.

 

“Sering kali kita terbalik. Yang seharusnya lembut malah keras, yang seharusnya tegas malah lemah. Padahal keduanya harus berjalan bersama,” jelasnya.

 

Sementara itu, Usman menekankan pentingnya nilai keadilan dalam kepemimpinan dan pelayanan publik. Menurutnya, prinsip tersebut harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam penempatan jabatan maupun pengelolaan organisasi.

 

“Keadilan dan integritas menjadi bagian dari teladan yang diajarkan Rasulullah SAW dalam membangun karakter kepemimpinan yang berakhlak,” tutupnya.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: