Rabu, 11 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Edi Kamtono Minta Warga Pontianak Tak Panic Buying, Stok Bahan Pokok Dipastikan Aman

© Foto oleh Author
Satgas Pangan melakukan monitoring ke sejumlah distributor dan pasar tradisional.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan. Ia memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Pontianak saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.

 

Menurut Edi Kamtoni, Pemerintah Kota Pontianak melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok secara real time setiap hari. Selain pemantauan, pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.

 

“Saya sudah arahkan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Pontianak untuk terus memantau secara real time setiap hari. Kita juga melakukan operasi pasar untuk komoditas pokok seperti beras, gula, tepung dan telur agar harga tetap terkendali dan inflasi tidak meningkat,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

 

Edi Kamtono menegaskan pemerintah juga mengawasi distribusi bahan pokok di lapangan guna mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.

 

“Jangan sampai ada pihak yang menimbun kebutuhan pokok untuk kepentingan tertentu. Ini yang terus kita awasi,” katanya.

 

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan sejumlah pihak beberapa waktu lalu, Edi memastikan stok bahan pokok di Pontianak masih mencukupi. Ketersediaan tersebut berasal dari cadangan Bulog maupun jaringan distributor serta agen yang tersebar di daerah.

 

“Stok dari Bulog dan agen-agen tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambah Edi Kamtono.

 

Ia juga menyinggung dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi harga energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, situasi geopolitik internasional seperti konflik di Timur Tengah dapat berdampak pada harga BBM secara global sehingga pemerintah daerah tetap mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.

 

Karena itu, Edi Kamtono kembali mengingatkan masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu gejolak harga di pasaran.

 

“Kita jangan sampai melakukan panic buying atau belanja borong. Justru itu akan membuat situasi tidak nyaman dan bisa memicu kenaikan harga,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: