Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Musrenbang Pontianak Selatan 2027: Bahasan Dorong Pembangunan Hijau dan Ekonomi Berkelanjutan

© Foto oleh Author
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan Tahun 2027.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan Kota Pontianak yang berkelanjutan, partisipatif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Senin (9/2/2026).

 

Menurut Bahasan, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Musrenbang ini menjadi wadah penting untuk merumuskan program dan kegiatan pembangunan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, serta dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, forum ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan di tingkat kecamatan, mendorong partisipasi aktif masyarakat, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

 

Penyusunan RKPD Tahun 2027 mengusung tema ‘Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dengan Memperhatikan Aspek Lingkungan’. Tema tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

 

“Pertumbuhan ekonomi yang kita dorong tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka-angka ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

 

Sejumlah prioritas pembangunan yang menjadi fokus antara lain peningkatan infrastruktur lingkungan seperti perbaikan drainase dan jalan lingkungan, penataan kawasan kota yang ramah lingkungan, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ketertiban dan keasrian kota.

 

“Kita ingin Pontianak menjadi kota yang bersih, hijau, tertib, dan aman bagi seluruh warganya,” kata Bahasan.

 

Khusus untuk Kecamatan Pontianak Selatan, ia menjelaskan kawasan tersebut diarahkan sebagai pusat kegiatan jasa, perkantoran pemerintah dan swasta, pendidikan tinggi, perdagangan, serta kawasan permukiman.

 

“Dengan potensi yang dimiliki, Pontianak Selatan diharapkan berkembang sebagai pusat ekonomi jasa dan perdagangan yang dinamis, sekaligus kawasan permukiman yang nyaman dan ramah lingkungan,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bahasan juga memaparkan capaian pembangunan Kota Pontianak tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 82,80 atau kategori sangat tinggi, melampaui rata-rata Provinsi Kalimantan Barat maupun nasional. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4 persen, sementara inflasi berada di angka 1,5 persen.

 

“Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan Kota Pontianak berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

 

Ia berharap seluruh peserta Musrenbang dapat aktif menyampaikan potensi maupun persoalan yang ada di wilayahnya agar dirumuskan menjadi program prioritas yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Saya berharap Musrenbang ini menghasilkan kesepakatan pembangunan yang berkualitas, selaras dengan prioritas daerah dan kemampuan keuangan Pemerintah Kota Pontianak, serta benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: