Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Wajah Baru Puskesmas Paris II dan Siantan Tengah, Dorong Modernisasi Layanan Kesehatan

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama jajaran Forkopimda menggunting pita menandai diresmikannya Puskesmas Parit H Husin II.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meresmikan Puskesmas Parit H Husein (Paris) II dan Puskesmas Siantan Tengah yang telah rampung dibangun pada akhir 2025. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memodernisasi layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

 

“Dengan gedung yang baru ini, pelayanan harus semakin meningkat. Masyarakat harus lebih mudah, nyaman dan cepat mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya usai peresmian Puskesmas Paris II di Komplek Pemda Jalur II, Jalan Parit H Husein II, Kamis (12/2/2026).

 

Ia menegaskan, pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus pembenahan. Modernisasi juga dilakukan melalui pembaruan peralatan medis agar lebih canggih dan akurat. Ke depan, Pemkot Pontianak juga akan membangun serta merehabilitasi sejumlah puskesmas lainnya, seperti Batu Layang, Tambelan Sampit, dan Kampung Bangka.

 

“Alat-alat kesehatan akan terus kita perbarui supaya kualitas pemeriksaan semakin baik,” tambahnya.

 

Menurutnya, modernisasi layanan tidak hanya menyangkut bangunan dan peralatan, tetapi juga kualitas pelayanan. Evaluasi kepuasan masyarakat akan menjadi indikator utama keberhasilan layanan kesehatan.

 

“Intinya pelayanan harus mudah, cepat, dan membuat masyarakat semakin sehat,” tegasnya.

Wali Kota juga berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar bekerja secara profesional dengan pendekatan humanis.

 

“Jangan sampai pasien yang datang sudah sakit, malah tambah tidak nyaman karena pelayanan yang kurang ramah. Layanilah dengan senyum dan empati,” pesannya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menambahkan bahwa kedua puskesmas tersebut kini telah dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD).

 

“Tahun lalu belum ada IGD, sekarang sudah tersedia dan bisa melayani masyarakat. Memang untuk sementara belum buka sampai sore karena masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan,” ujarnya.

 

Dari sisi fasilitas, modernisasi juga dilakukan melalui pengadaan USG untuk pemeriksaan kehamilan. Ia memastikan seluruh puskesmas di Kota Pontianak kini telah memiliki fasilitas USG dan dokter yang telah dilatih untuk mengoperasikannya.

 

“Ini sangat membantu pelayanan ibu hamil. Selain itu, peralatan laboratorium juga sudah diperbarui untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan,” jelasnya.

 

Kapasitas pelayanan di puskesmas baru tersebut tergolong tinggi. Saat awal dibuka, kunjungan pasien dapat mencapai 200 orang per hari. Secara umum, rata-rata kunjungan di puskesmas se-Kota Pontianak berkisar antara 100 hingga 200 pasien per hari.

 

Saat ini layanan didukung dokter umum, sementara di beberapa puskesmas tersedia kunjungan dokter spesialis anak dan kandungan secara berkala. Selain itu, setiap kecamatan juga telah memiliki layanan psikolog guna menjawab kebutuhan kesehatan mental remaja dan masyarakat.

 

Sistem rujukan pun telah terintegrasi, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang dapat dirujuk ke rumah sakit sesuai kebutuhan medis. Saptiko menambahkan, sistem pelayanan kini menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai standar Kementerian Kesehatan, yakni pelayanan berbasis kelompok usia, bukan lagi semata-mata berdasarkan jenis penyakit.

 

“Bangunan sudah sesuai prototipe Kemenkes dan sistem layanan juga kita sesuaikan. Ini bagian dari transformasi pelayanan kesehatan dasar yang lebih modern dan responsif,” tutupnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: