Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Pontianak Utara Jadi Prioritas, Infrastruktur Dikebut hingga Sekolah Rakyat dan TPST Modern

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau Jalan Kebangkitan Nasional Pontianak Utara.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Kecamatan Pontianak Utara menjadi salah satu fokus utama pembangunan Pemerintah Kota Pontianak. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Parit Pangeran dan Jalan Parwasal akan ditingkatkan menyusul rampungnya Jalan Kebangkitan Nasional yang telah dikerjakan tahun lalu. Selain itu, dua program pemerintah pusat juga tengah dibangun, yakni Sekolah Rakyat di Jalan Flora dan Pusat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Batu Layang.

 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut pada tahun pertama periode keduanya, sejumlah infrastruktur strategis telah diselesaikan, termasuk Jalan Kebangkitan Nasional yang kini menjadi bagian dari jalur lingkar luar (outer ring road).

 

“Alhamdulillah di tahun pertama periode kedua saya memimpin, beberapa infrastruktur sudah kita selesaikan, salah satunya Jalan Kebangkitan Nasional yang kini menjadi bagian dari outer ring road,” ujarnya usai subuh berjamaah di Masjid Nushatussolihin, Minggu (22/2/2026).

 

Ke depan, Pemkot akan menuntaskan peningkatan jalan lain seperti Sungai Selamat, Parwasal, Parit Pangeran hingga tembus ke Jalan Kebangkitan Nasional. Penambahan penerangan jalan umum di sejumlah ruas dan simpang juga menjadi prioritas guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.

 

Edi menjelaskan, sekitar 30 persen wilayah Pontianak Utara merupakan lahan gambut yang dimanfaatkan untuk pertanian dan kawasan konservasi. Bahkan, hasil pertanian dari wilayah ini tak hanya menyuplai kebutuhan kota, tetapi juga Kalimantan Barat. Karena itu, arah pembangunan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

 

“Pembangunan di Pontianak Utara tentu berbeda dengan Pontianak Selatan atau Tenggara yang berciri kawasan perkantoran dan ekonomi. Kita sesuaikan dengan potensi dan kondisi wilayahnya,” tuturnya.

 

Di sektor lingkungan, tahun ini akan dibangun Pusat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Batulayang dengan sistem sanitary landfill yang menggantikan metode open dumping. Sampah organik akan diolah, sementara sampah anorganik dimanfaatkan menjadi material konstruksi seperti paving blok.

 

“Ke depan, TPA hanya mengolah residu sehingga beban tidak berat dan sampah tidak lagi menjadi material yang tidak bernilai,” jelasnya.

 

Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flora sebagai bagian dari program Presiden Prabowo juga tengah berjalan dan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Pemkot turut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan 11 dapur penyuplai yang tidak hanya bermanfaat bagi siswa dan ibu hamil, tetapi juga membuka lapangan kerja serta menyerap hasil pertanian warga.

 

Namun demikian, Pontianak Utara juga menghadapi tantangan, salah satunya kepadatan kendaraan akibat aktivitas distribusi BBM yang melibatkan ratusan truk tangki setiap hari. Minimnya lahan parkir bagi truk menyebabkan sejumlah ruas jalan cepat rusak dan terkesan sempit.

 

“Yang bisa kita lakukan adalah mengatur jam operasional agar tetap tertib,” kata Edi.

 

Pemkot Pontianak berkomitmen melanjutkan pembangunan sesuai rencana jangka panjang. Tahun lalu, anggaran infrastruktur di Pontianak Utara mencapai Rp56,4 miliar, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp63 miliar.

 

“Kami terus berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: