Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Jasad Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai Tanjung Beringin

Polres Kubu Raya Kejar Orang Tua yang Diduga sebagai Pelaku

© Foto oleh Author
Misteri temuan mayat bayi di Desa Tanjung Beringin, Polres Kubu Raya buru orang tua yang diduga sebagai pelaku.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Kubu Raya – Misteri penemuan jasad bayi laki-laki menggegerkan warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari itu ditemukan mengapung di sungai dalam kondisi mengenaskan, Rabu (28/1/2026) sore.

 

Jasad bayi ditemukan tanpa busana dengan tali pusar masih menempel di tubuhnya. Penemuan bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat seorang warga bernama Epinto hendak berangkat bekerja menggunakan perahu motor. Saat melintas di aliran sungai sekitar 100 meter dari rumahnya, ia melihat benda mencurigakan menyerupai boneka mengapung di sisi kiri sungai.

 

Curiga setelah melihat adanya rambut, Epinto memanggil dua rekannya, Deri dan Anser, untuk memastikan temuan tersebut. Setelah didekati menggunakan dayung, ketiganya memastikan bahwa objek tersebut adalah jenazah bayi manusia.

 

Para saksi kemudian mengamankan jasad bayi agar tidak terbawa arus dengan mengikatnya ke tepi sungai menggunakan tongkat bambu dan tali nilon. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan Tim Sosial MTI sebelum diteruskan ke Polsek Batu Ampar.

 

Kapolsek Batu Ampar Iptu Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade membenarkan peristiwa tersebut. Lokasi penemuan berada di perairan Desa Tanjung Beringin, sekitar 200 meter dari SD Negeri 19 Batu Ampar, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sanggau.

 

“Benar, telah ditemukan jenazah bayi laki-laki yang diperkirakan berusia satu hari. Saat ditemukan, kondisinya tanpa pakaian dan tali pusar masih melilit, belum dipotong,” ujar Ade, Selasa (3/2/2026).

 

Pihak kepolisian menduga kuat bayi tersebut sengaja dibuang ke sungai sesaat setelah dilahirkan. Saat ini, penyidik Polsek Batu Ampar bersama Satreskrim Polres Kubu Raya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas orang tua bayi.

 

“Kami masih menyelidiki dan mendata warga di sekitar lokasi maupun wilayah perbatasan yang baru saja melahirkan. Penyelidikan terus kami lakukan untuk mengungkap pelaku,” tegas Ade.

 

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara awal, jenazah bayi dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak menggunakan speed boat dengan pengawalan personel Polsek Batu Ampar guna keperluan visum dan otopsi.

 

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar waktu kejadian agar segera melapor ke pihak kepolisian terdekat. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: