Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Pimpin RUPS BPD Kalimantan Barat, Gubernur Ria Norsan Dorong Bank Kalbar Ekspansi ke Digital

© Foto oleh Redaksi
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Kalbar
Advertisement

Rakyar Kalbar, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus RUPS Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar), Rabu (11/2/2026).

 

RUPS dan RUPS Luar Biasa berlangsung di aula lantai 5 kantor pusat Bank Kalbar, yang dihadiri para pemegang sama yang juga kepala daerah se Kalimantan Barat.

 

Para pemegang saham yang terdiri dari pemerintah provinsi ddan pemerintah kabupaten dan kota se Kalimantan Barat menyepakati langkah penguatan struktur permodalan. Termasuk peningkatan pengawasan perusahaan untuk mendorong daya saing Bank Kalbar di tengah perkembangan industri perbankan nasional.

 

Berdasarkan laporan kinerja Tahun Buku 2025, Bank Kalbar mencatatkan pertumbuhan positif, dengan sejumlah pencapaian utama yaitu laba bersih mencapai Rp 522,99 miliar atau tumbuh 7,66 persen (year-on-year).

 

Sementara penyaluran kredit meningkat menjadi Rp 18,07 triliun, dengan dominasi sektor UMKM di atas 39 persen. Total aset tembus Rp 27,84 triliun, naik 5,02 persen dibandingkan periode sebelumnya.  Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sehat di angka 1,85%, jauh di bawah rata-rata industri nasional.

 

Dalam arahannya, Ria Norsan berharap, Bank Kalbar bukan sekedar lembaga pencari laba. Melainkan instrumen penting pembanguna daerah. Ia mengapresiasi efisiensi operasional bank, namun tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif.

 

“Dengan manajemen yang semakin kuat dan pengawasan yang ketat, kita optimis Bank Kalbar dapat bersaing dengan bank-bank nasional papan atas dalam hal layanan digital. Namun harus tetap memiliki sentuhan lokal yang kuat,” kata Ria Norsan.

 

Tidak hanya membahas laporan keuangan, RUPS kali ini juga menjadi momentum bagi Bank Kalbar untuk melakukan sejumlah aksi korporasi strategis, seperti penambahan modal daerah.

 

Sejumlah pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Ketapang, telah berkomitmen menambah penyertaan modal sebesar Rp 7,5 miliar untuk memperkuat kapasitas ekspansi kredit Bank Kalbar.

 

Selain itu, Bank Kalbar juga memperkuat layanan syariah melalui pengangkatan Dewan Pengawas baru untuk Bank Kalbar Syariah. Untuk memastikan kepatuhan serta akselerasi layanan keuangan syariah di Kalimantan Barat.

 

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi menyampaikan, fokus utama tahun 2026 adalah memperluas jangkauan layanan digital. Termasuk penguatan fitur mobile banking serta pengembangan ekosistem QRIS sampai ke pelosok Kalimantan Barat.

 

Langkah ini, diharapkan Bank Kalbar semakin adaptif, inklusif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: