Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Ria Norsan Bersama Menteri PKP dan Mendagri Pantau Penataan Kawasan Kumuh Parit Baru

© Foto oleh Redaksi
Gubernur Ria Norsan bersama Menteri Maruarar Sirait, Menteri Tito Karnavian dan Bupati Sujiwo meninjau pembangunan kawasan Desa Parit Baru.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Kubu Raya - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau program Penanganan Sarana dan Prasarana Permukiman Kumuh di Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, Senin (2/3/2026).

 

Program ini juga ditinjau langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dan Bupati Kubu Raya, Sujiwo.

 

Menteri Maruarar Sirait mengapresiasi Gubernur Ria Norsan, karena koordinasi yang baik dilakukan pemerintah daerah dengan pusat. Mengingatkan untuk senantiasa melaksanakan pengawasan supaya anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

 

“Kami datang ke sini bersama Pak Mendagri dan Pak Gubernur untuk melihat langsung hasil pekerjaan di lapangan,” kata Maruarar Sirait.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penanganan kawasan seluas 19,92 hektare ini melibatkan pembangunan infrastruktur strategis dengan nilai kontrak mencapai Rp7.339.776.247,84.

 

Pekerjaan utama meliputi pembangunan Jalan Lingkungan sepanjang 2.565,70 meter, Drainase sepanjang 2.001,47 meter, Sarana Persampahan sebanyak 90 unit, serta Proteksi Kebakaran berupa 4 unit.

 

“Proyek senilai lebih dari 7 miliar rupiah ini harus dipastikan kualitasnya. Mulai dari jalan hingga drainase. Supaya warga Desa Parit Baru tidak lagi mengalami kendala lingkungan yang buruk,” tegasnya.

 

Di tempat yang sama, Gubernur Ria Norsan menyampaikan, Desa Parit Baru dipilih menjadi sasaran utama program ini karena kondisinya yang memerlukan penataan ulang infrastruktur secara menyeluruh.

 

“Alhamdulillah, Parit Baru bisa jadi sasaran utama untuk pemugaran dan pembangunan kembali lokasi atau lingkungan yang kumuh,” kata Norsan diwawancarai wartawan di lokasi.

 

Norsan menambahkan, Pemprov Kalbar sendiri terus berupaya mengentaskan kawasan kumuh melalui program bedah rumah yang tersebar di 14 kabupaten dan kota.

 

Fokus utamamnya adalah memperbaiki rumah tidak layak huni serta menata kembali lingkungan sekitarnya agar lebih sehat, aman, dan layak huni.

 

“Kita juga punya program bedah rumah di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan cakupan di setiap kabupaten  dan kota. Rumah yang tidak layak huni kita baguskan. Kemudian juga lingkungannya kita tata kembali. Setiap tahun kita ada program itu,” ungkap Norsan.

 

Khusus Kabupaten Kubu Raya, kata Norsan, di sepanjang jalur rute Adisucipto, memang memiliki konsentrasi permukiman kumuh yang tinggi. Hal ini disebabkan pola penataan lahan yang sudah padat sejak lama. Pembangunan berdempetan sehingga saluran air kerap tersumbat.

 

“Jalan Adisucipto memang penataannya dari dulu sudah seperti ini. Dinding bertemu dinding, dempet-dempetan, kemudian saluran macet semua. Makanya direnovasi di sini, dipilih di sini,” jelas Norsan.

 

Program ini diharapkan mampu meningkatkan standar hidup bagi 3.492 jiwa penduduk Desa Parit Baru. Dan menjadi barometer keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemda untuk menciptakan permukiman yang sehat, tertata dan berkelanjutan. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: