Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Jelang Terbitnya PDA 2026, Pemkot Pontianak Matangkan Validasi dan Sinkronisasi Data

© Foto oleh Author
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak Syamsul Akbar saat membuka FGD publikasi Pontianak Dalam Angka tahun 2026.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi dan mematangkan data menjelang publikasi buku Pontianak Dalam Angka (PDA) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses konsolidasi dan validasi data sektoral agar informasi yang dipublikasikan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil daerah.

 

Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan menyinkronkan data dari seluruh produsen data di lingkungan Pemkot sebelum dituangkan dalam buku statistik tahunan tersebut.

 

“Ini merupakan langkah koordinasi, sinkronisasi, dan evaluasi data-data sektoral yang dihasilkan para produsen data di Pemkot Pontianak sebelum kita publikasikan dalam bentuk buku PDA Tahun 2026,” ujarnya usai menghadiri FGD di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (11/2/2026).

 

Menurut Syamsul, fokus utama evaluasi kali ini mencakup data refleksi kinerja pemerintah daerah, seperti pertumbuhan ekonomi, kependudukan, serta indikator-indikator lain yang merepresentasikan capaian pembangunan Kota Pontianak. Ia berharap proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas dan substansi data yang disajikan.

 

“Kita harapkan data-data yang kita publikasikan nantinya sudah betul, valid, dan menggambarkan kondisi real yang ada di Kota Pontianak,” tegasnya.

 

Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Elsa Risfadona, yang mewakili Wali Kota Pontianak, menekankan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan. Buku PDA, menurutnya, menjadi referensi penting dalam menentukan arah kebijakan dan program prioritas daerah.

 

“Data ini sangat penting. Diharapkan para produsen data, termasuk dari instansi vertikal, dapat memberikan data yang akurat dan relevan sehingga menjadi acuan pemerintah dalam membuat kebijakan ke depan,” ujarnya.

 

Ia memaparkan bahwa buku PDA memuat 532 halaman dengan 11 kelompok data utama yang mencakup sektor kependudukan, geografi, ekonomi, sosial, dan lainnya. Ke depan, ia berharap variasi sub-data semakin diperkaya, misalnya dengan menambahkan informasi terkait siswa penerima bantuan beasiswa pemerintah atau indikator sosial lainnya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, Dody Saputro, menilai buku PDA memiliki peran strategis bagi berbagai pihak. Bagi pemerintah, data menjadi dasar perencanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan. Bagi dunia usaha, data tersebut dapat dimanfaatkan untuk analisis pengembangan usaha, perencanaan produksi, hingga strategi pemasaran.

 

“Sedangkan untuk akademisi dan masyarakat, buku ini dapat menjadi rujukan penelitian maupun perencanaan program dan kegiatan,” tambahnya.

 

Dody juga mengapresiasi komitmen Pemkot Pontianak dalam mendukung penyediaan data sektoral yang lebih lengkap. Menurutnya, BPS fokus pada statistik dasar yang bersifat makro dan lintas sektoral, sehingga dukungan data dari pemerintah daerah akan memperkaya informasi sasaran pembangunan dan data prioritas dalam PDA 2026.

 

Dengan evaluasi menyeluruh ini, Pemkot Pontianak optimistis buku Pontianak Dalam Angka Tahun 2026 tidak hanya menjadi dokumen statistik, tetapi juga instrumen strategis dalam memperkuat perencanaan dan pembangunan berbasis data. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: