Rakyat Kalbar, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai langkah strategis menyusun rencana kerja tahun 2027 sekaligus menyerap aspirasi berbagai pihak.
Forum yang berlangsung di Rumah Budaya Kampung Caping ini melibatkan pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga masyarakat guna memperkuat perencanaan pembangunan sektor permukiman.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting dalam menghimpun masukan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) Dinas PRKP.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dinas tersebut adalah penanganan kawasan kumuh yang hingga kini masih tersebar di sejumlah titik di Kota Pontianak.
“Data menunjukkan masih terdapat sekitar 18 titik delineasi kawasan kumuh, namun jumlahnya terus menurun baik dari sisi luas maupun persentase. Ini menandakan intervensi pemerintah mulai menunjukkan hasil positif,” ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis (16/4/2026).
Sementara itu, Kepala DPRKP Kota Pontianak, Derry Gunawan, mengungkapkan total pagu anggaran tahun 2026 mencapai Rp177,57 miliar yang difokuskan pada delapan program prioritas.
Porsi terbesar dialokasikan untuk Program Peningkatan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dengan nilai Rp143,69 miliar. Melalui program ini, pemerintah menargetkan pembangunan jalan lingkungan di 450 titik serta perbaikan drainase di 200 lokasi.
“Langkah ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat sekaligus menekan kawasan kumuh,” jelasnya.
Selain itu, program rumah tidak layak huni (RTLH) juga menjadi prioritas. Pada tahun 2026, sebanyak 252 unit rumah beserta fasilitas sanitasi akan ditangani, baik di kawasan kumuh maupun nonkumuh.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk pengadaan lahan guna mendukung pembangunan fasilitas umum, termasuk perluasan layanan kesehatan seperti Puskesmas Tambelan Sampit serta penyediaan lahan pemakaman kota.
Melalui forum ini, Pemkot Pontianak menegaskan komitmennya dalam menciptakan kawasan permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: