Rakyat Kalbar, Sanggau – Operasi pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) MV JH 07 atas nama Yan Zhe resmi dihentikan setelah tujuh hari upaya intensif yang dilakukan tim SAR gabungan tidak membuahkan hasil.
Korban merupakan salah satu dari insiden terbaliknya kapal MV JH 07 di Sungai Kapuas, tepatnya di Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa pada hari terakhir pencarian, tim telah mengerahkan berbagai metode, mulai dari penyisiran visual di permukaan hingga penyelaman di titik-titik yang dianggap berpotensi.
“Pencarian hari ketujuh dilakukan dengan metode visual dan penyelaman dengan cakupan area hingga radius 10 nautical mile dari lokasi kejadian,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Namun hingga pukul 16.35 WIB, korban belum juga ditemukan. Seluruh upaya yang dilakukan tim SAR gabungan masih berujung nihil.
“Operasi SAR hari ketujuh dihentikan sementara dengan hasil nihil. Korban atas nama Yan Zhe belum ditemukan,” ungkapnya.
Setelah dilakukan evaluasi bersama pihak perusahaan PT WAI dan seluruh unsur SAR, disimpulkan bahwa operasi yang telah berlangsung selama tujuh hari tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
Atas dasar tersebut, pada pukul 17.10 WIB, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) memutuskan untuk menutup operasi SAR dan mengembalikan seluruh personel ke satuan masing-masing.
Meski demikian, Kantor SAR Pontianak tetap akan melakukan pemantauan dan koordinasi lanjutan. Operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Dari total tiga korban dalam insiden tersebut, dua di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Benget Situmeang dan Shang Mingde. Sementara satu korban lainnya, Yan Zhe, hingga kini masih dinyatakan hilang.(*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: