Rakyat Kalbar, Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang yang sempat memicu keresahan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan usai rapat koordinasi yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kamis (19/3/2026), guna membahas strategi penanganan antrean BBM yang dinilai sudah tidak wajar.
Dalam rapat itu, Forkopimda menilai kondisi antrean dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gangguan distribusi hingga fenomena panic buying, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi.
Sebastianus Darwis mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menarik sementara surat edaran sebelumnya sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Ia juga menegaskan pentingnya langkah bersama untuk mengurai persoalan tersebut.
“Situasi ini tentu ada penyebabnya dan harus kita cari solusinya bersama Forkopimda. Salah satu usulan adalah memperpanjang jam operasional SPBU untuk sementara waktu agar antrean bisa terurai,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Forkopimda dan pihak SPBU, stok serta distribusi BBM di Bengkayang sejatinya dalam kondisi aman dan lancar. Oleh karena itu, penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat dinilai penting guna mencegah kepanikan berlebihan.
Pemkab Bengkayang juga berencana mengeluarkan press release resmi terkait kondisi BBM agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang beredar, khususnya di media sosial.
Selain itu, untuk menjaga ketertiban di lapangan, diusulkan pembentukan posko pengamanan di setiap SPBU. Posko tersebut akan diisi personel TNI, Polri, dan Satpol PP untuk mengawasi distribusi sekaligus mencegah praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM.
“Sinergitas antar instansi sangat diperlukan. Kami siap mendukung langkah pengamanan dan penegakan hukum agar situasi tetap kondusif,” tegas Darwis.
Usai rapat, jajaran Forkopimda langsung melakukan peninjauan ke salah satu SPBU, yakni SPBU Jessy AK Lakeng di Jalan Sebopet, Kecamatan Bengkayang. Dari hasil pengecekan, stok Pertalite masih tersedia sekitar 13.000 liter, sementara Biosolar, Pertamax, dan Dexlite untuk sementara kosong.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab memastikan masyarakat tidak perlu panik karena pasokan BBM akan terus disalurkan secara berkala.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tertib dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM secara umum aman dan distribusi terus berjalan,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan pengelola SPBU agar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat umum serta tidak melayani pembelian menggunakan jeriken guna mencegah potensi penimbunan.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, personel gabungan dari Polres, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP telah disiagakan di sejumlah SPBU guna mengatur antrean dan mengamankan distribusi BBM.
Langkah cepat dan kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mengurai antrean BBM di Kabupaten Bengkayang, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan kebutuhan energi tetap terpenuhi. (Kd)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: