Rakyat Kalbar, Sanggau – Operasi pencarian korban kapal terbalik di Sungai Kapuas, tepatnya di Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, memasuki hari kedua pada Sabtu (14/3/2026). Dari tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan tenggelam setelah kapal MV JH 07 terbalik, dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan korban pertama ditemukan pada pukul 11.43 WIB oleh tim SAR gabungan.
“Pada 14 Maret 2026 pukul 11.43 WIB, satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°14'8.30"S - 109°56'17.79"E dengan jarak 1,92 nautical mile radial 193° dari lokasi kejadian. Saat ini korban masih dalam proses identifikasi,” ujarnya.
Beberapa jam kemudian, tim kembali menemukan korban kedua. Korban tersebut diketahui bernama Shang Mingde.
“Pada 14 Maret 2026 pukul 13.08 WIB, korban atas nama Shang Mingde ditemukan pada koordinat 0°14.067'S - 109°56.384'E dengan jarak 0,95 nautical mile radial 188° dari lokasi kejadian,” tambahnya.
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya yang hingga kini masih hilang.
Junetra juga mengungkapkan bahwa proses pencarian sempat menghadapi kendala di lapangan. Arus Sungai Kapuas yang cukup deras membuat tim harus bekerja lebih berhati-hati saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan mengalami sedikit kendala karena gelombang dan arus sungai yang sangat kencang, sehingga pencarian harus dilakukan dengan lebih hati-hati,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan menyisir aliran Sungai Kapuas di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR gabungan berharap korban terakhir dapat segera ditemukan.(*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: