Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Dialog Ideopolitor PDM Pontianak Perkuat Etika Politik dan Peran Generasi Muda

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Forum Dialog Ideopolitor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dalam berbagai dinamika sosial dan politik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al-Qur’an dan Sunnah.

 

Menurutnya, gerakan tajdid atau pembaruan yang menjadi ciri Muhammadiyah tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan pemikiran, tetapi juga tercermin dalam sikap dan tindakan progresif di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

 

Hal itu disampaikannya saat membuka Dialog Ideopolitor PDM Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (13/2/2026).

 

“Forum seperti ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang pembelajaran bersama. Ada kesinambungan antara pengalaman para senior dan semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

 

Ia berharap dialog tersebut dapat menumbuhkan kesadaran berpolitik yang santun dan beretika, memperkuat organisasi sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan umat, serta mendorong generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan dengan semangat kebangsaan.

Wali Kota juga menyoroti tantangan global di era digital yang dinilainya semakin kompleks. Karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga kritis serta melek informasi.

 

“Mahasiswa harus mengikuti perkembangan informasi, baik nasional maupun global. Dengan wawasan yang luas, cita-cita untuk berkontribusi bagi bangsa akan lebih mudah diwujudkan,” pesannya.

 

Sementara itu, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Helman Fachri, menjelaskan bahwa dialog tersebut merupakan agenda wajib tahunan. Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang sejarah lahirnya Muhammadiyah serta nilai-nilai ideologis yang diperjuangkan.

 

“Muhammadiyah ada sampai sekarang karena ideologi. Karena itu kegiatan ini diadakan agar gerakan ini selalu seiring seirama,” katanya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: