Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Cerite Kote Dua: Ketika Pontianak Bertutur Lewat Fesyen dan Kriya Lokal

© Foto oleh Author
Para model menampilkan fashion show pakaian motif corak insang saat kunjungan DWP Kemenag se-Provinsi Kalbar di Gedung UMKM Center.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Satu per satu model melangkah ke panggung, mengenakan kisah yang dijahit dalam busana. Dari motif sungai yang mengalir, jejak bangunan bersejarah, hingga corak insang dan kalengkang yang khas, Cerite Kote Dua hadir sebagai peragaan fesyen yang merangkum identitas Kota Pontianak. Sajian ini menjadi persembahan istimewa bagi rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat di Dekranasda Kota Pontianak, Rabu (14/1/2026).

 

Setiap helai busana seolah berbicara. Ada Kapuas yang disiratkan dalam motif, meriam dan enggang yang hidup dalam tekstur, serta tangan-tangan perajin yang sabar merangkai tenun dan kriya. Dari bangku penonton, para anggota Dharma Wanita menyimak dengan senyum dan tepuk tangan, menyaksikan bagaimana Pontianak bercerita tentang keberagaman, kerja kolektif, dan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif.

 

Cerite Kote Dua menjadi penanda bahwa fesyen dapat menjadi medium pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi. Kriya lokal tampil percaya diri di panggungnya sendiri, membuktikan bahwa identitas kota dapat dirayakan melalui karya. Semua ini tidak terlepas dari peran Dekranasda Kota Pontianak dalam mengembangkan UMKM Center dan Galeri Dekranasda sebagai ruang pembinaan, kurasi, dan pemasaran produk unggulan daerah.

 

“Ini cara kami bercerita tentang kota dengan bahasa fesyen,” ujar Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie.

 

Yanieta menjelaskan, harga produk yang dipasarkan di Dekranasda tidak dinaikkan dan tetap mengikuti harga yang ditetapkan pengrajin. Sejak diresmikan, UMKM Center juga menjadi pusat berbagai pelatihan dan pendampingan yang melibatkan perangkat daerah serta organisasi perempuan. Ia pun membuka peluang kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

 

“Perempuan punya peran strategis. Dengan kolaborasi, kita bisa membina lebih banyak perempuan hebat, meningkatkan kompetensi, memperluas pasar, dan menggerakkan ekonomi,” katanya.

 

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Kalimantan Barat, Salbia Muhajirin, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Dekranasda Kota Pontianak. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI, sekaligus menjadi ruang pembelajaran ekonomi bagi anggota Dharma Wanita.

 

Ia menuturkan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki program pemberdayaan ekonomi keluarga, sehingga kunjungan ke UMKM Center dan Galeri Dekranasda menjadi kesempatan penting untuk melihat langsung potensi produk lokal Kalimantan Barat. Menurutnya, tidak semua anggota Dharma Wanita yang berasal dari Kalbar pernah mengunjungi tempat tersebut, padahal banyak produk unggulan daerah yang layak dibanggakan.

 

“Kami datang bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga belajar. Ternyata di Kota Pontianak ini banyak sekali produk lokal yang berkualitas. Selama ini kadang kita lebih tertarik pada produk luar, padahal produk daerah kita tidak kalah bagus,” ujarnya.

 

Salbia juga menceritakan pengalaman Kementerian Agama yang telah memiliki batik khas sebagai seragam ASN, serta rutin menampilkan kekayaan lokal melalui peragaan busana pada peringatan Hari Amal Bakti di berbagai daerah. Kekayaan kriya Kalimantan Barat, menurutnya, menjadi kekuatan besar yang perlu terus dipromosikan.

 

Sebagai pendatang asal Gorontalo, ia mengaku terkesan dengan ragam produk Kalimantan Barat yang memiliki ciri khas di setiap daerah, mulai dari corak insang Pontianak, tenun Melawi dan Sintang, hingga produk unggulan dari Ketapang dan wilayah lainnya.

 

“Kalimantan Barat ini luar biasa. Setiap kabupaten dan kota punya identitas sendiri. Saya pribadi senang menggunakan dan memperkenalkan produk Kalimantan Barat, bahkan saat pulang ke daerah asal saya,” ungkapnya.

 

Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar membuka peluang kolaborasi dengan Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap Dekranasda dapat menjadi mitra dan narasumber pelatihan bagi anggota Dharma Wanita di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

 

“Insya Allah, kami ingin Dekranasda Kota Pontianak berbagi ilmu dan pengalaman, agar ibu-ibu Dharma Wanita semakin berdaya secara ekonomi dan semakin mencintai produk lokal,” pungkasnya. (*)

Editor :
Slamet Ardiansyah

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: