Rakyat Kalbar, Pontianak - Pasca libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pontianak bergerak cepat memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Melalui Tim Monitoring dan Pengawasan Disiplin ASN, inspeksi mendadak (sidak) digelar di seluruh perangkat daerah.
Tim yang terbagi dalam lima kelompok tersebut menyisir sejumlah organisasi perangkat daerah guna memastikan kehadiran aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama kerja setelah libur panjang.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang memimpin langsung sidak di Kantor Terpadu Sutoyo, melakukan pengecekan absensi pegawai di empat instansi, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Tenaga Kerja.
Dari hasil peninjauan, ia memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Meski terdapat beberapa ASN yang belum masuk kerja karena cuti maupun sakit, layanan publik dinilai tetap maksimal, terutama di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Secara umum ASN sudah masuk kerja dan pelayanan tetap berjalan dengan baik. Ada beberapa yang izin sakit dan cuti, tetapi tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya usai sidak, Rabu (25/3/2026).
Edi menegaskan bahwa kehadiran ASN di hari-hari awal kerja usai libur panjang sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik. Ia pun mengingatkan seluruh pegawai agar kembali meningkatkan disiplin dan kinerja.
Menurutnya, pemerintah telah memiliki mekanisme penegakan disiplin ASN yang jelas, dengan sanksi bertahap mulai dari teguran hingga hukuman lebih berat. Namun, penerapannya tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk kendala seperti transportasi saat arus mudik.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita harapkan setelah libur Lebaran ini ASN bisa bekerja lebih semangat. Jadikan momentum untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, baik, dan responsif,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa pelayanan publik harus dilakukan dengan sepenuh hati agar setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara optimal.
“Pelayanan harus dilakukan dengan hati, sehingga persoalan di Kota Pontianak bisa kita selesaikan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: