Rakyat Kalbar, Pontianak – Kota Pontianak kembali menegaskan posisinya sebagai daerah paling kompetitif di Kalimantan Barat setelah mencatatkan nilai tertinggi dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. Berdasarkan data yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pontianak meraih skor 4,15, melampaui seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Sebagai perbandingan, Kota Singkawang mencatat nilai 3,97, disusul Kabupaten Mempawah 3,67, Sambas 3,65, Sintang 3,59, Kubu Raya 3,57, dan Bengkayang 3,55. Sementara itu, rata-rata nilai IDSD Provinsi Kalimantan Barat berada di angka 3,49.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut positif capaian tersebut dan menyebutnya sebagai bukti keberhasilan pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif.
“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa Kota Pontianak terus bersaing. Ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat hingga dunia usaha,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurut Edi, daya saing daerah tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pelayanan publik, inovasi, kesiapan teknologi, infrastruktur, serta iklim investasi yang kondusif. Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan berbasis inovasi.
“Indeks ini mencerminkan berbagai aspek, mulai dari ekosistem inovasi, kesiapan teknologi, kualitas sumber daya manusia, hingga kapasitas pasar. Artinya, kita harus terus berbenah dan tidak cepat berpuas diri,” tambahnya.
Ia menegaskan, capaian ini akan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Pontianak untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, Pemkot Pontianak akan fokus memperkuat sektor strategis, termasuk pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi layanan publik, serta kemudahan berusaha guna mendorong iklim investasi yang lebih kompetitif.
“Kita ingin Pontianak semakin kokoh sebagai kota jasa dan perdagangan, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: