Rakyat Kalbar, Pontianak – Kebahagiaan terpancar dari wajah Deris Landuk (70) saat menerima paket beras dalam program Insan Perhubungan Peduli Kasih. Air matanya tak terbendung ketika menceritakan bagaimana Sungai Kapuas menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
Sejak kecil, Deris telah menggantungkan hidup sebagai penambang sampan di Sungai Kapuas. Meski sempat mencoba berbagai pekerjaan, sungai terpanjang di Indonesia itu selalu menjadi tempatnya kembali mencari nafkah.
Pagi itu, Selasa (17/3/2026), sampannya yang biasa bersandar di dermaga Parit Besar dipindahkan ke kawasan Bardan. Ia menjadi satu dari 1.287 penerima bantuan beras yang diserahkan secara simbolis di Taman Alun Kapuas.
Sebagai ayah dari empat anak, Deris mengaku telah menekuni profesi ini sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dari mengayuh sampan mengantar penumpang rute Pasar Besar–Beting, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga dewasa.
“Sekali jalan bisa bawa tujuh orang. Satu orang bayar dua ribu rupiah. Jadi bantuan ini sangat membantu,” tuturnya haru.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan ratusan pekerja sektor transportasi lainnya, mulai dari penambang sampan, sopir opelet, tukang becak hingga pengemudi ojek online yang turut menerima bantuan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada para pelaku transportasi yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan solidaritas para pelaku usaha transportasi, khususnya menjelang Idul Fitri.
“Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin baik ke depannya,” ujarnya.
Edi juga menyoroti meningkatnya aktivitas transportasi di Kota Pontianak seiring jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa. Kondisi tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas, terutama saat momentum Lebaran.
Di sisi lain, ia mengungkapkan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpadu (SPALD-T) yang didukung pemerintah pusat dan pendanaan dari Bank Dunia. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan limbah domestik sekaligus menjaga kualitas air tanah di kota.
“Air limbah rumah tangga nantinya akan dialirkan melalui jaringan pipa dan diolah agar lebih aman bagi lingkungan,” jelasnya.
Namun demikian, pengerjaan proyek dengan metode pengeboran bawah tanah di sejumlah ruas jalan diperkirakan akan menimbulkan gangguan sementara terhadap arus lalu lintas.
“Kita harus siap, karena akan ada penyempitan jalan di beberapa titik. Ini perlu diantisipasi bersama,” tambahnya.
Ia pun mengimbau seluruh pelaku transportasi untuk tetap menjaga keselamatan dan ketertiban selama beraktivitas, serta memahami kondisi pembangunan yang berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim mengungkapkan, program ini berawal dari diskusi singkat dalam forum lalu lintas yang kemudian mendapat respons luar biasa dari para pengusaha transportasi.
Dalam waktu singkat, terkumpul sebanyak 6.435 kilogram beras yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ke depan kami berharap jumlah bantuan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: