Minggu, 05 April 2026
Advertisement
Advertisement

Jelang Lebaran, Pemkot Pontianak Salurkan Bansos Tunai bagi Warga Desil 1–5

© Foto oleh Editor
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan sosial uang tunai kepada warga penerima manfaat.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Bantuan sosial tunai dari Pemerintah Kota Pontianak menjadi harapan bagi sebagian warga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dirasakan Maruha, warga yang kini harus menyambung hidup seorang diri setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Dengan pekerjaan serabutan, bantuan tersebut sangat berarti baginya untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

 

“Alhamdulillah ini nanti bisa dipakai lebaran,” ucapnya lirih usai menerima secara simbolis bantuan sosial uang tunai di Aula Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (11/3/2026).

 

Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kota Pontianak Tahun 2026 dan diberikan sebagai pelengkap program jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat. Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu per tahun yang disalurkan melalui rekening masing-masing.

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Pontianak diklasifikasikan berdasarkan desil atau tingkatan kemampuan ekonomi, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Penerima bantuan dari pemerintah kota umumnya berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 5 yang tergolong sangat miskin, miskin hingga rentan miskin.

 

“Kategorinya dilihat dari kondisi rumah, jumlah anggota keluarga hingga pendapatan per kapita,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan sebagian masyarakat dalam kelompok tersebut telah menerima bantuan dari pemerintah pusat melalui berbagai program. Di antaranya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima sekitar 19.060 keluarga di Kota Pontianak serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjangkau sekitar 12.096 keluarga penerima manfaat.

 

Namun demikian, masih terdapat warga yang belum mendapatkan kedua program tersebut. Karena itu Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial tunai dari APBD untuk membantu masyarakat yang secara ekonomi masih membutuhkan dukungan.

 

“Bantuan ini diberikan kepada warga yang tidak menerima PKH maupun BPNT, tetapi secara kondisi ekonomi masih membutuhkan bantuan. Karena itu pemerintah kota hadir memberikan dukungan tambahan,” jelas Edi.

 

Ia menambahkan bahwa data penerima bantuan terus diperbarui secara berkala karena sistem data terpadu kini terpusat di pemerintah pusat. Pemerintah daerah melakukan verifikasi dan pembaruan data secara rutin agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

 

“Setiap enam bulan atau setiap tahun data ini kita verifikasi ulang. Ada yang sebelumnya menerima bantuan tetapi sekarang sudah mampu, ada juga yang sebelumnya mampu namun kemudian mengalami kesulitan ekonomi karena sakit atau kehilangan pekerjaan,” katanya.

 

Selain bantuan sosial tunai, Edi juga menyosialisasikan berbagai program perlindungan sosial lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai sekitar 98 persen cakupan kepesertaan di Kota Pontianak.

 

“Dengan UHC ini cukup menggunakan KTP saja, masyarakat bisa berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS seperti RSUD Pontianak Utara, RS Bhayangkara, YARSI dan rumah sakit lainnya tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

 

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Pontianak juga menjamin sekolah gratis di tingkat sekolah negeri serta menyediakan program beasiswa bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta. Selain itu, saat ini juga tengah dibangun Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah pusat.

 

Pemerintah juga mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Pontianak Timur, terdapat 12 dapur yang memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari. Program ini tidak hanya menyasar siswa mulai dari PAUD hingga SMA, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui serta balita yang belum bersekolah.

 

“Kalau ada warga yang memiliki anak balita atau ibu hamil, bisa mendaftarkan melalui posyandu atau tim pendamping keluarga di kelurahan agar mendapatkan program makan bergizi gratis,” pungkas Edi. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: