Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Inflasi Pontianak Terendah di Kalbar, Lebih Rendah dari Nasional

© Foto oleh Author
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat mengikuti HLM TPID Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan hasil High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak, inflasi tahunan (year on year) Januari 2026 tercatat sebesar 2,74 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 3,55 persen.

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, secara bulanan (month on month) inflasi dari Desember 2025 ke Januari 2026 hanya sebesar 0,07 persen. Angka tersebut dinilai sangat rendah dan masih berada dalam rentang sasaran pengendalian inflasi.

 

“Secara umum, inflasi Kota Pontianak menjadi yang terendah di Kalimantan Barat, bahkan lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Ini menunjukkan pengendalian inflasi kita berjalan cukup baik,” ujarnya usai rapat TPID, Senin (9/2/2026).

 

Menurut Edi, tekanan inflasi nasional saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh pencabutan subsidi tarif listrik serta kenaikan harga komoditas non-pangan seperti emas. Sementara itu, untuk kebutuhan pokok di Pontianak, kondisi relatif stabil.

 

“Untuk komoditas pangan seperti ayam ras memang ada sedikit kenaikan, namun itu lebih dipengaruhi faktor psikologis masyarakat menjelang Ramadan dan Imlek. Secara umum, stok dan harga masih aman,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, TPID Kota Pontianak bersama sejumlah instansi terkait seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Pertamina, dan Bulog terus melakukan pemantauan langsung guna memastikan distribusi dan ketersediaan barang tetap terjaga. Pemerintah memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat dalam kondisi terkendali.

 

Meski demikian, Pemkot tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pada Februari 2026, khususnya dari sektor transportasi udara. Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang musim mudik serta perayaan Imlek dan Cap Go Meh diperkirakan dapat memengaruhi harga tiket pesawat.

 

“Kita tetap waspada, terutama pada komponen yang sensitif seperti tiket pesawat. Namun secara keseluruhan, kondisi inflasi Kota Pontianak masih sangat terkendali,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: