Minggu, 05 April 2026
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Pontianak Tetap Tumbuh 5,34 Persen, Wali Kota: Jadi Fondasi Pembangunan 2027

© Foto oleh Editor
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka FGD Asumsi dan Kerangka Ekonomi Makro Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Kondisi perekonomian Kota Pontianak dinilai masih menunjukkan kinerja yang positif di tengah berbagai tantangan global. Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan arah pembangunan daerah ke depan.

 

Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Asumsi dan Kerangka Ekonomi Makro Kota Pontianak dalam rangka penyusunan dokumen Perubahan RKPD Tahun 2026 dan RKPD Tahun 2027 di Aula Muis Amin Bapperida Pontianak, Kamis (12/3/2026).

 

Menurutnya, forum diskusi tersebut menjadi langkah strategis untuk merumuskan kebijakan pembangunan daerah dengan mempertimbangkan berbagai dinamika ekonomi, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

 

“Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar bagi kita dalam menyusun program pembangunan Kota Pontianak ke depan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, dari sisi kemampuan fiskal, kondisi keuangan daerah Kota Pontianak saat ini masih berada pada kategori sedang. Di sisi lain, sejumlah faktor eksternal seperti konflik di Timur Tengah, perubahan cuaca hingga hambatan distribusi logistik juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi daerah.

 

Salah satu contoh yang disampaikan adalah keterlambatan distribusi barang dari Pelabuhan Tanjung Priok yang berdampak pada pengiriman barang ke berbagai daerah, termasuk Pontianak.

 

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan tersebut, sejumlah indikator makro ekonomi Kota Pontianak tetap menunjukkan capaian yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak pada tahun 2025 tercatat mencapai 82,80, melampaui target yang ditetapkan sebesar 82,73. Angka ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata IPM Provinsi Kalimantan Barat yang berada pada 72,09 maupun nasional sebesar 75,90.

 

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,34 persen. Meski sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai 5,39 persen, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.

 

“Pertumbuhan ekonomi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan pembukaan lapangan pekerjaan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin besar pula peluang kerja yang bisa tercipta,” jelasnya.

 

Edi menambahkan, karakter ekonomi Kota Pontianak yang tidak memiliki sektor pertambangan maupun perkebunan besar membuat sektor jasa menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

 

Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong berkembangnya berbagai usaha di sektor jasa, mulai dari pendidikan, kesehatan, perdagangan hingga usaha kuliner seperti kafe dan restoran yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Pontianak adalah kota jasa. Karena itu kita harus mendorong investasi di sektor jasa yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: