Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Gubernur Norsan dan Menkes Budi Tinjau Kesiapan RSUD Syarif Idrus

© Foto oleh Redaksi
Menkes Budi Sadikin, Gubernur Ria Norsan dan Bupati Sujiwo diwawancarai awak media usai melihat progres pembangunan RSUD Syarif Idrus di Kubu Raya.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Kubu Raya - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meninjau progres Pembangunan Gedung RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kubu Raya, Jum'at (6/2/2026).

 

Pembangunan RSUD tersebut merupakan bagian dari program nasional pembangunan rumah sakit tipe D di daerah terpencil, yang ditergetkan menjadi tipe C.

 

RSUD Syarif Idrus merupakan rumah sakit ke 10 dari terget 66 unit untuk dibangun atas intruksi langsung Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

 

Dalam wawancaranya, Menkes Budi Sadikin menuturkan, pembanguna RSUD Syarif Idrus merupakan upaya pemerintah melawan tiga penyakit kronis katastopik penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Yaitu stroke, jantung dan kanker.

 

“Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kita tidak ingin ada warga yang kehilangan nyawa hanya karena jarak tempuh ke rumah sakit terlalu jauh atau biaya yang tidak terjangkau,” kata Budi Sadikin.

 

Dengan berdirinya rumah sakit modern di wilayah penyangga ini diharapkan mampu memangkas waktu emas penanganan pasien darurat, yang selama ini terkendala jarak dan biaya.

 

Dilengkapi Peralatan Medis Mutakhir

 

Untuk mendukung layanan spesialis, RSUD Syarif Idrus akan dilengkapi fasilitas modern seperti : CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke dan jantung. USG ekokardiografi serta pemasangan ring jantung.

Termasuk Laboratorium patologi anatomi, mamografi, dan layanan kemoterapi untuk kanker. Fasilitas hemodialisa (cuci darah) untuk pasien ginjal kronis.

 

“Kita membawa layanan spesialis ke depan pintu rumah masyarakat. Supaya pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke ibu kota provinsi,” tutur Budi.

 

RSUD Syarif Idrus  ditargetkan mulai beroperasi optimal pada Juni 2026, dengan pengadaan alat kesehatan modern dijadwalkan masuk pada Maret 2026.

 

Sementara itu, Gubernur Ria Norsan menyatakan, memiliki misi untuk pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah timur Kalimantan Barat. Kepada Menkes Budi, Norsan mengusulkan supaya rumah sakit modern juga dapat direplikasi di Kabupaten Sintang, sebagai pusat layanan bagi masyarakat perhuluan. Diantaranya, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, dan Sanggau.

 

“Kami bersyukur atas perhatian Bapak Presiden dan Pak Menkes melalui pembangunan RSUD di Kubu Raya ini. Kami juga berharap rumah sakit dengan standar fasilitas secanggih ini dapat segera dibangun di Sintang,” kata Ria Norsan.

 

Menurutnya, apabila tersedia cath lab atau layanan kemoterapi lengkap, ribuan warga di timur Kalbar tidak perlu menempuh perjalanan belasan jam menuju Pontianak. “Ini soal efisiensi waktu yang sangat menentukan nyawa pasien,” tutupnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: