Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Dokter Ungkap Bahaya Karies Gigi yang Kerap Diremehkan

© Foto oleh Author
Dokter Gigi Zhafirah Maulidya Sardi ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak — Gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sayangnya, kondisi ini kerap dianggap sepele dan hanya dikaitkan dengan rasa nyeri sesaat, padahal dampaknya bisa jauh lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Dokter Gigi Zhafirah Maulidya Sardi menjelaskan, karies gigi terjadi akibat kerusakan lapisan gigi yang disebabkan oleh bakteri dari sisa makanan, terutama yang mengandung gula. Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis lapisan email gigi hingga akhirnya membentuk lubang.

 

“Pada tahap awal, karies sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari giginya sudah bermasalah,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Senin (2/2/2026).

 

Seiring waktu, lanjut Zhafirah, lubang pada gigi dapat semakin membesar dan mencapai lapisan dalam gigi. Kondisi ini dapat memicu rasa ngilu, nyeri hebat, hingga infeksi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Jika dibiarkan tanpa perawatan, karies gigi berisiko menimbulkan abses, pembengkakan, bau mulut, bahkan memungkinkan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain. Dampaknya tidak hanya dirasakan orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan lansia.

 

“Pada anak-anak, karies dapat mengganggu proses makan, bicara, dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia, karies bisa menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi serius, hingga kehilangan gigi,” jelasnya.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, menjaga pola makan sehat, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan.

 

Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran sejak dini, risiko gigi berlubang dapat diminimalkan. Menurutnya, karies gigi bukan sekadar persoalan rasa sakit, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

 

“Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: