Rakyat Kalbar, Pontianak – Pemerintah Kota Balikpapan melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Pontianak untuk menimba praktik terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menilai tantangan pelayanan publik di Pontianak memiliki banyak kesamaan dengan yang dihadapi Balikpapan, sehingga kunjungan ini menjadi referensi penting.
Salah satu fokus utama kunjungan adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pontianak, yang dinilai mampu menghadirkan layanan administrasi masyarakat secara terintegrasi dan berkualitas.
“Ini menjadi referensi yang baik bagi kami. Dari sisi penilaian pelayanan publik, Pontianak menunjukkan hasil yang positif. Banyak hal yang bisa kami pelajari, terutama dalam proses pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bagus usai meninjau MPP di Jalan Kapten Marsan, Sabtu (10/1/2026).
Bagus menekankan bahwa capaian Pontianak dalam penilaian nasional menunjukkan kualitas layanan yang kuat dan menjadi indikator keberhasilan kinerja pemerintah kota. Meskipun Balikpapan juga memiliki MPP, Bagus menilai kualitas pelayanan tetap perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
“Kami masih terus belajar. Praktik-praktik baik yang kami lihat di Pontianak tentu bisa kami adopsi dan kembangkan di Balikpapan,” tambahnya.
Selain MPP, rombongan Pemkot Balikpapan juga mengunjungi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) untuk bertukar pengalaman terkait pengelolaan rumah sakit daerah. Bagus menilai pengelolaan dan sistem pelayanan RSUD SSMA memberikan banyak pelajaran bagi peningkatan layanan kesehatan di Balikpapan.
“Pemaparan Direktur RSUD SSMA lengkap, mulai dari tata kelola, manajemen, hingga standar operasional pelayanan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” katanya.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Tugu Khatulistiwa dan UMKM Center Kota Pontianak, sebagai bagian dari pengenalan ruang publik dan potensi ekonomi lokal.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, berharap kunjungan ini mempererat hubungan antardaerah serta memperkaya perspektif kedua kota dalam menghadirkan pelayanan publik yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Semoga kerja sama ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan publik di masing-masing daerah,” pungkasnya. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: