Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Bahasan Ajak Pemuda Jadi Garda Pengawal KUHP dan KUHAP Berkeadilan

© Foto oleh Author
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan didapuk menjadi keynote speaker Simposium Kepemudaan HMI Cabang Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda dalam mengawal implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

 

Pesan itu disampaikannya saat didapuk menjadi keynote speaker dalam Simposium Kepemudaan yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak Masa Juang 2025–2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Minggu (8/2/2026).

 

Mengusung tema ‘Peran Pemuda dalam Mengawal Implementasi KUHP dan KUHAP yang Berkeadilan’, forum tersebut menjadi ruang diskusi akademik bagi kader HMI dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak.

 

Bahasan menjelaskan, pembaruan KUHP dan KUHAP merupakan tonggak penting dalam sistem hukum nasional yang harus dipahami secara komprehensif, terutama oleh generasi muda. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial dalam memastikan kebijakan hukum dijalankan secara adil.

 

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus aktif mengawal implementasi KUHP dan KUHAP agar tetap berada pada koridor keadilan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menekankan, pengawalan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan literasi hukum, diskusi ilmiah, serta penyampaian gagasan secara konstruktif dan berbasis kajian. Simposium seperti ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kritis sekaligus memperluas pemahaman terhadap substansi regulasi.

 

“Melalui diskusi-diskusi ilmiah seperti ini, pemuda diharapkan mampu memahami substansi regulasi secara utuh, sehingga kritik dan masukan yang disampaikan benar-benar berbasis kajian dan kepentingan publik,” katanya.

 

Bahasan juga mengapresiasi inisiatif HMI Cabang Pontianak yang konsisten menghadirkan ruang intelektual bagi mahasiswa dan kader organisasi. Ia berharap forum tersebut melahirkan rekomendasi strategis yang dapat berkontribusi pada penguatan sistem hukum nasional, termasuk dalam konteks daerah.

 

“Saya mengapresiasi HMI Cabang Pontianak yang konsisten menghadirkan ruang intelektual bagi kader dan mahasiswa. Semoga forum ini melahirkan pemikiran-pemikiran strategis yang turut berkontribusi dalam pembangunan hukum yang berkeadilan,” tutupnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: