Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Amirullah Tegaskan Disiplin dan Loyalitas Jadi Kunci Profesionalisme ASN PPPK Paruh Waktu

© Foto oleh Author
Sekda Kota Pontianak Amirullah membuka Sosialisasi Core Value ASN BerAKHLAK dan Pemanfaatan LMS bagi PPPK paruh waktu.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, dan peningkatan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.

Penegasan itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Core Value ASN BerAKHLAK dan Pemanfaatan Learning Management System (LMS) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (11/2/2026).

 

Menurut Amirullah, ASN PPPK Paruh Waktu memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, setiap ASN dituntut bekerja secara profesional, mematuhi aturan, serta menjaga etika dan perilaku sebagai aparatur negara.

 

“Sejak menjadi ASN, sikap dan perilaku tidak lagi bersifat pribadi. Ada aturan berpakaian, aturan jam kerja, serta etika dalam bekerja yang wajib dipatuhi. Disiplin merupakan fondasi utama dalam kehidupan berhimpun sebagai ASN,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN dituntut memiliki prinsip profesional, kompeten, berintegritas, beretika, inovatif, adaptif, dan fleksibel. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam membentuk ASN yang berdaya saing serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Lebih lanjut, Amirullah menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai inti ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Loyalitas kepada organisasi dan pimpinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dinilai sebagai kunci keberhasilan ASN di era birokrasi modern.

 

“Cintailah pekerjaan Saudara. Tunjukkan kinerja terbaik, meskipun masih berstatus paruh waktu. Bekerja dengan baik terlebih dahulu, baru kemudian apresiasi akan mengikuti. Jangan membalik urutannya,” ujarnya.

 

Di tengah era digitalisasi, ia juga mengingatkan pentingnya pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu, diwajibkan mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Manfaatkan Learning Management System sebagai sarana belajar. Belajar harus menjadi proses seumur hidup. Pengembangan kompetensi adalah investasi bagi masa depan ASN itu sendiri,” katanya.

 

Amirullah turut mengingatkan agar ASN tidak menjadi sumber persoalan di lingkungan kerja, melainkan menjadi bagian dari solusi. Disiplin, kerja keras, serta kepatuhan terhadap pimpinan dan organisasi harus menjadi budaya kerja sehari-hari.

 

“Kedisiplinan dan kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Keberhasilan tidak berteman dengan kemalasan dan ketidakpatuhan,” ujarnya.

 

Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman ASN PPPK Paruh Waktu terhadap nilai-nilai dasar ASN sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: