Rakyat Kalbar, Pontianak - Kepengurusan Baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat resmi dilantik oleh Gubernur Ria Norsan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jum'at (9/1/2026).
Atas pelantikan kepengurusan tersebut, Ria Norsan berharap Baznas Provinsi Kalbar tidak hanya sekedar menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi mampu tampil sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi umat.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan bahwa zakat memiliki peran strategis yang melampaui kewajiban keagamaan.
Apabila dikelola secara optimal, zakat dinilai mampu menjadi instrumen sosial-ekonomi yang efektif untuk mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakyat.
“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Norsan.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan Baznas yang adaptif terhadap dinamika zaman, terbuka terhadap perubahan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepengurusan Baznas Kalbar yang didominasi generasi muda disambut positif oleh Ria Norsan. ia menilai kepengurusan yang sekarang memiliki semangat, energi dan potensi inovasi dalam mengelola zakat dengan lebih produktif.
Dirinya menegaskan, seluruh jajaran pengurus Baznas harus mengedepankan integritas dan profesionalisme. Kepercayaan publik hanya dapat terbangun apabila dana zakat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Perhatian khusus juga diarahkan pada optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Program yang telah berjalan sejak pertengahan 2025 tersebut dinilai belum memberikan hasil maksimal.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar berencana mengumpulkan seluruh bendahara organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, teratur dan berkesinambungan. Dana zakat yang terkumpul nantinya akan dikelola oleh Baznas Kalbar untuk kepentingan umat.
Selain itu, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui studi banding ke daerah yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif, salah satunya Kuching, Serawak, Malaysia.
Ia pun membagikan pengalamannya ketika menyaksikan langsung pengelolaan zakat di Kuching yang mampu melahirkan aset-aset produktif, bahakan memiliki pusat perbelanjaan sendiri. Keutungan yang dihasilkan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” ujarnya.
Diakhir sambutannya, Gubernur berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan Kalimantan Barat yang berkeadilan, religius, sejahtera dan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” tutupnya.
[Den]
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: