Rakyat Kalbar, Pontianak – Saat sebagian besar warga terlelap, kobaran api justru mengancam kawasan permukiman di Kelurahan Bansir Darat, Pontianak Tenggara. Respon cepat ditunjukkan prajurit Detasemen Markas Kodam (Denmadam) XII/Tanjungpura yang sigap turun tangan menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu dini hari (18/1/2026).
Dipimpin langsung Wakil Komandan Denmadam (Wadan Denma) XII/Tpr, sebanyak 22 prajurit dikerahkan menuju titik api yang berada di perlintasan Jalan Karya Baru hingga ujung Jalan Paris II. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 01.40 WIB, di tengah gelap malam dan kondisi medan yang cukup menyulitkan.
Kebakaran yang melahap lahan milik warga seluas kurang lebih tiga hektar ini sempat memicu kekhawatiran. Pasalnya, jarak kobaran api dengan pemukiman penduduk hanya sekitar 50 meter, sehingga berpotensi meluas dan mengancam keselamatan warga jika tidak segera ditangani.
Dengan mengandalkan satu unit mobil karhutla dan satu unit mobil tangki milik Denmadam XII/Tpr, para prajurit harus bekerja ekstra. Selang pemadam ditarik sejauh kurang lebih 300 meter dari sumber air terdekat menuju lokasi api di kawasan Paris II tembusan Sepakat II.
Pemadaman dilakukan secara intensif dan terukur, dengan fokus utama melokalisir api agar tidak merambat ke area permukiman. Setelah berjibaku selama hampir empat jam, sejumlah titik api berhasil dipadamkan dan sisa kebakaran dapat dikendalikan sepenuhnya.
Operasi pemadaman berakhir pada pukul 04.30 WIB. Seluruh personel kembali ke satuan pada pukul 05.00 WIB dalam kondisi aman dan lengkap. Keberhasilan ini menjadi bukti kesiapsiagaan prajurit Denmadam XII/Tpr dalam merespons cepat setiap ancaman yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat.
Kehadiran TNI di tengah warga kembali terasa nyata, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran serta kepemilikan lahan yang terbakar. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: