Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Turnamen Mini Soccer Piala Ketua DPRD Pontianak Digelar, UMKM dan Musik Ikut Gerakkan Ekonomi

© Foto oleh Author
Turnamen Mini Soccer memperebutkan Piala Ketua DPRD Kota Pontianak se Kalimantan Barat resmi dihelat di Lapangan Grand Mini Soccer.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Turnamen Mini Soccer memperebutkan Piala Ketua DPRD Kota Pontianak se-Kalimantan Barat resmi digelar, Minggu (18/1/2026) sore di Lapangan Grand Mini Soccer. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga dirancang sebagai ruang pengembangan talenta muda serta penggerak ekonomi kreatif melalui pelibatan UMKM dan hiburan musik.

 

Turnamen dibuka secara resmi oleh Ketua Askot PSSI Kota Pontianak, Lely Suheri. Dalam sambutannya, ia berharap ajang tersebut dapat menjadi sarana pembinaan bagi pemain-pemain muda berbakat, khususnya dari Kota Pontianak.

 

“Saya berharap turnamen ini menjadi wadah bagi atlet-atlet muda Pontianak untuk terus berkembang. Dari sini juga kami bisa melihat dan memantau potensi pemain muda yang memiliki bakat,” ujar Lely.

 

Ia mengungkapkan, antusiasme tim untuk mengikuti turnamen ini sangat tinggi. Dari kuota 32 tim yang dibuka panitia, seluruh slot langsung terisi hanya dalam waktu tiga hari. Bahkan, masih banyak tim lain yang ingin ikut serta namun belum tertampung.

 

Lely pun berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, turnamen ini bukan semata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ajang latih tanding untuk membentuk mental bertanding para pemain.

 

“Bermainlah secara sportif, saling menjaga, dan jangan mencederai lawan. Ini ajang melatih mental dan karakter pemain agar ke depan siap tampil di level yang lebih tinggi,” pesannya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Syarif Abdurahman, menjelaskan bahwa total 32 tim akan bersaing hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026. Ia menyebut, sejak awal panitia memang ingin menghadirkan konsep yang berbeda dari turnamen olahraga pada umumnya.

 

“Kami ingin mengombinasikan olahraga dengan UMKM dan pertunjukan seni. Ada 10 stand UMKM yang kami sediakan, sehingga penonton yang datang bisa menikmati berbagai sajian kuliner lokal,” jelas Syarif.

 

Tak hanya itu, pada malam final nanti panitia juga akan menghadirkan pertunjukan musik dari band-band lokal Pontianak yang seluruhnya digawangi anak-anak muda. Penampilan tersebut akan digelar sebelum laga puncak berlangsung.

 

“Harapannya, event ini tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberi ruang bagi pelaku UMKM serta seniman lokal,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: