Senin, 09 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

Antre Sejak Pagi, Saripin Bahagia Dapat Sembako Murah di Operasi Pasar Ramadan

© Foto oleh Author
Warga membawa tas belanja sendiri sebagai wadah paket sembako yang mereka beli di Operasi Pasar Murah.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Senyum tak lepas dari wajah Saripin (81), warga Kelurahan Bangka Belitung Darat, usai membawa pulang beras, gula, minyak goreng, dan telur dengan harga lebih murah dari pasaran. Sejak pukul 06.30 WIB, ia bersama sang istri sudah mengantre di Operasi Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin (2/3/2026).

 

“Alhamdulillah sangat terbantu dengan bazar ini. Saya juga setiap ada info bazar pasti pergi,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Lidia (56). Ia menilai harga kebutuhan pokok yang ditawarkan dalam bazar jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Ia pun berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar, terutama menjelang hari besar keagamaan.

 

“Dalam rangka menyambut Idul Fitri, kalau bisa ada bazar lain. Bazar daging atau ayam,” katanya.

 

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menjelaskan operasi pasar ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan. Bekerja sama dengan sejumlah bank lokal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau melalui skema potongan harga atau subsidi.

 

“Ini wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, yakni mensupport daya beli melalui potongan harga dari harga normal menjadi lebih murah,” ujarnya.

 

Operasi pasar dimulai dari Kecamatan Pontianak Tenggara dan akan digelar secara bergilir di seluruh kecamatan selama enam hari hingga pekan depan. Ia memastikan program ini rutin dilaksanakan setiap menjelang hari besar keagamaan.

 

Terkait stabilitas harga selama Ramadan, Amirullah menegaskan pemerintah daerah secara berkala melakukan pemantauan melalui Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah provinsi serta instansi vertikal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan barang dan mencegah lonjakan harga berlebihan.

 

“Dinamika harga dalam mekanisme pasar itu biasa, ada hukum permintaan dan penawaran. Tapi peran pemerintah memastikan harga tidak bergejolak tinggi dan tetap terjangkau masyarakat,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan yang wajar.

 

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diimbau membawa tas belanja sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan sampah plastik. Kebijakan ini sejalan dengan visi Kota Pontianak sebagai kota berwawasan lingkungan.

 

“Kita meminimalisir sampah plastik yang sulit terurai. Masyarakat diimbau membawa keranjang atau tas belanja sendiri untuk mereduksi sampah,” katanya.

 

Amirullah turut mengingatkan warga agar berbelanja secara bijak selama Ramadan, sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penumpukan barang yang dapat memicu kelangkaan maupun kenaikan harga.

 

“Belanjalah secukupnya, sesuai kebutuhan. Yakinlah ketersediaan barang terjaga dan harganya tetap terjangkau,” pungkasnya. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: