Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Perpustakaan Baru Pontianak Jadi Magnet Literasi, Kunjungan Melonjak Hampir Dua Kali Lipat

© Foto oleh Author
Suasana ruang baca Gedung Perpustakaan Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Kehadiran Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru di Jalan Ampera langsung memberi warna baru bagi dunia literasi di Kota Khatulistiwa. Sejak diresmikan pada 19 Desember 2025, minat masyarakat untuk berkunjung meningkat pesat, bahkan jumlah pengunjung hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama operasional gedung baru tersebut. Pada hari pembukaan, tercatat 218 pengunjung. Selama masa libur sekolah, jumlah kunjungan stabil di angka rata-rata 230 orang per hari.

 

Menariknya, lonjakan justru terjadi setelah aktivitas sekolah kembali normal. Saat ini, jumlah pengunjung harian mencapai sekitar 470 hingga 490 orang per hari.

 

“Pada hari pertama dibuka tercatat 218 pengunjung. Saat libur sekolah rata-rata sekitar 230 pengunjung per hari. Sekarang setelah sekolah masuk, justru meningkat menjadi 470 sampai 490 pengunjung per hari,” ujar Ririn, sapaan akrabnya, Rabu (14/1/2026).

 

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terlepas dari hadirnya gedung perpustakaan baru yang lebih representatif, modern, dan ramah bagi semua kalangan. Berlokasi di samping SMAN 8 Pontianak, gedung ini dirancang sebagai ruang literasi inklusif yang nyaman bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.

 

Saat ini, Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB. Pada akhir pekan, layanan tetap dibuka dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional. Jam operasional tersebut masih bersifat sementara dan akan dievaluasi seiring pemenuhan sarana pendukung.

 

“Ke depan, setelah penerangan jalan dan sarana prasarana pendukung lainnya memadai, kami menargetkan layanan bisa dibuka hingga malam hari, sampai pukul 20.00 WIB,” jelas Ririn.

 

Selain koleksi buku dan ruang baca yang nyaman, gedung layanan perpustakaan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang rapat, ruang serbaguna, dan studio yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas maupun masyarakat untuk kegiatan edukatif dan sosial. Seluruh fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis dan tidak bersifat komersial.

 

Bagi pengunjung yang ingin membaca di tempat, tidak diwajibkan menjadi anggota perpustakaan. Namun, keanggotaan diperlukan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang. Perpustakaan Kota Pontianak juga menyediakan layanan digital melalui aplikasi perpustakaan elektronik dengan sekitar 4.000 judul buku digital, serta layanan baca daring melalui laman web resmi.

 

“Perpustakaan ini tidak berorientasi pada keuntungan. Semua ruang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan edukatif, tetapi tidak diperkenankan untuk kegiatan berbayar atau penarikan tiket,” tegas Ririn.

 

Ia menambahkan, pembangunan gedung layanan perpustakaan ini merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak 2023. Salah satu tantangan utama adalah pemenuhan persyaratan lahan minimal seluas 3.500 meter persegi yang harus berstatus milik pemerintah daerah.

 

Dari lebih dari 200 daerah yang mengajukan usulan, Kota Pontianak akhirnya terpilih sebagai salah satu dari 29 kabupaten/kota penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional bersama Kementerian Keuangan RI.

 

Pembangunan gedung dimulai pada 28 Februari 2025 dengan masa kerja selama 210 hari kalender dan rampung tepat waktu pada 26 September 2025. Gedung tersebut diresmikan pada 19 Desember 2025 dan kini menjelma menjadi salah satu ruang publik literasi paling ramai di Kota Pontianak.

 

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Pontianak berharap Gedung Layanan Perpustakaan ini dapat menjadi pusat literasi, ruang belajar bersama, sekaligus ruang interaksi sosial yang mendorong tumbuhnya budaya baca dan kreativitas masyarakat di Kota Khatulistiwa. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: