Rakyat Kalbar, Pontianak – Penguatan moderasi beragama kembali ditegaskan sebagai fondasi utama menjaga harmoni dan stabilitas sosial di Kota Pontianak yang majemuk. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menekankan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial merupakan kekuatan yang harus dirawat secara sadar dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan bertajuk ‘Memperkuat Kerukunan Umat Beragama Demi Terwujudnya Masyarakat Kota Pontianak yang Toleran, Harmonis, dan Bersahabat Tahun 2026’ yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
“Kerukunan umat beragama tidak hadir dengan sendirinya. Ia harus terus dirawat melalui dialog, saling pengertian, dan kerja sama yang konsisten. Jika kerukunan terjaga, maka stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat juga akan kondusif,” ujarnya.
Menurut Bahasan, di tengah keterbukaan informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, moderasi beragama menjadi kunci mencegah munculnya sikap ekstrem, intoleransi, maupun kekerasan atas nama agama. Moderasi beragama mengajarkan sikap adil, seimbang, serta saling menghormati antarumat beragama.
Ia menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh dipandang sebagai sumber konflik, melainkan sebagai kekayaan sosial yang memperkuat persatuan dan kebersamaan warga Kota Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai upaya penguatan kerukunan melalui fasilitasi dialog lintas iman, penguatan forum-forum kerukunan, serta kolaborasi aktif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya suasana kota yang aman, nyaman, harmonis, dan bersahabat bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Pontianak sebagai kota yang toleran, harmonis, dan bersahabat,” pungkasnya. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: