Sabtu, 04 April 2026
Advertisement
Advertisement

Kasus Hipertensi Tertinggi di Pontianak, Dinkes Soroti Gaya Hidup Masyarakat

© Foto oleh Editor
Kadiskes Kota Pontianak Saptiko mengungkap hipertensi menjadi kasus penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas di Kota Pontianak sepanjang 2025.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak - Kasus Hipertensi menjadi penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas di Kota Pontianak sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menandai pergeseran tren penyakit dari infeksi ke penyakit tidak menular yang erat kaitannya dengan pola hidup masyarakat.

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hipertensi esensial menempati urutan pertama dengan 54.409 kasus. Angka tersebut jauh melampaui kasus lain seperti Nasofaringitis sebanyak 44.912 kasus, disusul Dispepsia 28.448 kasus, infeksi saluran pernapasan atas akut 20.575 kasus, serta Diabetes Melitus non-insulin sebanyak 19.522 kasus.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menyebut tingginya angka hipertensi menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk mulai memperbaiki gaya hidup.

 

“Sekarang yang paling banyak adalah hipertensi. Artinya masyarakat harus memperbaiki pola hidup, mulai dari konsumsi makanan, olahraga, istirahat hingga pengelolaan stres,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

 

Ia menegaskan, penanganan hipertensi tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan, tetapi harus dibarengi perubahan perilaku secara konsisten. Masyarakat yang telah terdiagnosis diminta rutin memeriksa tekanan darah, mematuhi pengobatan, serta menjalani pola hidup sehat.

 

“Hipertensi harus dicek rutin, minum obat sesuai anjuran, dan yang paling penting mengubah gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik,” tambahnya.

 

Menurutnya, program cek kesehatan gratis menjadi salah satu langkah strategis untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Pasalnya, hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita tidak menyadarinya.

 

“Sering kali orang baru tahu saat sudah terjadi komplikasi seperti stroke. Padahal jika diketahui lebih awal, bisa dikendalikan,” jelasnya.

 

Dinas Kesehatan juga mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus hipertensi pada awal tahun 2026, yang diperkirakan naik sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

 

Melihat tren tersebut, pemerintah akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pembatasan konsumsi garam, gula dan lemak, pentingnya olahraga rutin, istirahat cukup serta pengelolaan stres.

 

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung hingga gangguan ginjal yang berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat.

 

Dari total 235.275 kasus 10 penyakit terbesar yang ditangani puskesmas sepanjang 2025, hipertensi menjadi penyumbang terbesar. Hal ini menegaskan perlunya upaya promotif dan preventif yang lebih masif untuk menekan penyakit tidak menular di Kota Pontianak. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: