Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Dari Pontianak ke Mancanegara, Sepatu Kulit Koyuko Curi Perhatian di INACRAFT 2026

© Foto oleh Author
Natalia Desca Rina, perajin asal Pontianak tengah membuat sandal kulit di stand INACRAFT Jakarta.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Jakarta – Pameran INACRAFT 2026 menjadi momentum penting bagi Natalia Desca Rina, perajin sepatu kulit muda asal Pontianak. Lewat brand Koyuko, ia sukses mencuri perhatian pengunjung hingga mengantongi pesanan dari dalam dan luar negeri.

 

Di stan Pontianak, Natalia mengaku keikutsertaannya dalam ajang kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu membawa dampak besar bagi perkembangan usahanya. Tak hanya sebagai sarana promosi, INACRAFT juga menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman dengan para perajin dari berbagai daerah.

 

“Saya sangat beruntung bisa mengikuti pameran ini. Tidak hanya mempromosikan produk, tapi juga mendapatkan pengalaman berharga dan masukan dari perajin lain,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

 

Sepatu produksi Koyuko tampil berbeda berkat perpaduan kulit kayu kapuak dan kulit sapi lokal. Keunikan tersebut bahkan menarik perhatian Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang sempat membeli salah satu produknya saat berkunjung ke Galeri Dekranasda Pontianak.

 

Kini, pesanan datang tak hanya dari pasar domestik, tetapi juga dari Singapura dan India. Baik melalui pameran maupun pemesanan daring, permintaan terus mengalir meski proses produksi sepatu membutuhkan waktu cukup panjang, mulai dari desain, pengerjaan, hingga pengiriman.

 

“Untuk sepatu memang harus melakukan pemesanan terlebih dahulu karena prosesnya cukup panjang,” jelas Natalia.

 

Kerja kerasnya selama ini pun mulai membuahkan hasil. Ia telah memiliki workshop yang lebih besar, didukung tim yang solid, serta terus menghadirkan inovasi desain tanpa meninggalkan identitas lokal. Natalia bertekad membawa nama Pontianak semakin dikenal di pasar internasional melalui produk kriya berkualitas. (*)

 

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Natalia membuktikan bahwa produk kriya Pontianak memiliki daya saing tinggi dan mampu menembus pasar global.

 

“Partisipasi pada INACRAFT 2026 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan, pendampingan, dan promosi berkelanjutan dapat melahirkan perajin yang inovatif dan berdaya saing global,” tuturnya.

 

Dekranasda Kota Pontianak berkomitmen terus mendukung perajin lokal, khususnya generasi muda, agar terus berkembang dan naik kelas. Kisah sukses Natalia diharapkan menjadi inspirasi bagi perajin lainnya untuk berani berkarya, berinovasi, dan percaya pada potensi lokal yang mampu bersaing di panggung dunia. (*)

Editor :
Slamet Ardiansyah

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: