Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Prodi Kedokteran Untan Bekali Nakes Sungai Kakap Keterampilan Tanggap Darurat Korban Tenggelam

© Foto oleh Author
Prodi Kedokteran Untan menggelar pelatihan menangani cepat korban tenggelam bagi nakes.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar pelatihan penanganan cepat korban tenggelam bagi tenaga kesehatan di Kecamatan Sungai Kakap. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Untan.

 

Sebanyak 86 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader puskesmas, hingga sopir ambulans mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS). Mereka merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan yang kerap menghadapi kondisi darurat di lapangan.

 

Salah satu dosen Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Untan, dr. Poppy N. M., M.Ked, SpAn-TI, Subsp M.N.(K), menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani kasus tenggelam yang berisiko tinggi menyebabkan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.

 

“Alhamdulillah kami telah melaksanakan kegiatan pelatihan bantuan hidup dasar kepada 86 orang peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader puskesmas, serta sopir ambulans yang sehari-hari terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan bertema “Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Kasus Tenggelam” tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung. Mereka dilatih melakukan teknik resusitasi jantung paru (RJP) serta memahami langkah-langkah pertolongan pertama yang aman dan efektif di lokasi kejadian.

 

Dr. Poppy menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat dalam beberapa menit pertama saat korban tenggelam ditemukan. Tindakan yang tepat dan cepat dinilai sangat menentukan peluang keselamatan korban.

 

Kepala Puskesmas Sungai Kakap, Rusliah Marni, S.ST, mengapresiasi pelatihan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, wilayah Sungai Kakap termasuk daerah yang cukup sering terjadi kasus kecelakaan tenggelam.

 

“Alhamdulillah, ini merupakan pelatihan yang sangat membantu sekali bagi kami di sini dan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kami jadi lebih mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan untuk penanganan korban tenggelam,” ungkapnya.

 

Pihak Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Untan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di tingkat pelayanan primer. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih tanggap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat medis, khususnya di wilayah perairan yang rawan kecelakaan tenggelam. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: