Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Lift Proyek Masjid di Kubu Raya Ambruk, Enam Pekerja Terjun dari Ketinggian

© Foto oleh Editor
ilustrasi.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Kubu Raya – Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Masjid Agung Awwaludin di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Jumat (9/4/2026) sekitar pukul 11.50 WIB. Enam pekerja bangunan dilaporkan terjatuh setelah lift proyek yang mereka tumpangi tiba-tiba ambruk dari ketinggian sekitar lima meter.

 

Peristiwa itu terjadi saat para pekerja hendak turun untuk beristirahat menggunakan lift proyek. Namun nahas, di tengah perjalanan, lift mendadak jatuh dan menimpa bagian konstruksi di bawahnya.

 

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga kuat akibat putusnya tali sling pada lift.

 

“Diduga kawat sling lift putus saat enam pekerja berada di dalam lift hendak turun untuk beristirahat. Akibatnya lift yang mengangkut enam orang pekerja terjatuh serta tertimpa bagian konstruksi lift,” ujarnya, Sabtu (10/4/2026).

 

Keterangan saksi di lokasi menyebutkan, lift yang membawa para pekerja tiba-tiba kehilangan penahan saat berada di ketinggian, sehingga terjun bebas ke bawah.

 

Seluruh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSAU dr. Muhammad Sutomo untuk mendapatkan penanganan medis. Dari enam korban, satu orang bernama Markuat (60) mengalami luka serius berupa patah tulang bahu dan kaki, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Kartika Husada.

 

Sementara lima pekerja lainnya, yakni M. Madon (62), Samiri (57), Busri (37), Ahmadi (60), dan Tuki (50), mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.

 

Pihak kepolisian dari Polsek Sungai Raya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk menelusuri aspek kelayakan alat kerja serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.

 

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait aspek keselamatan kerja di lokasi pembangunan. Kami mengimbau seluruh pihak untuk lebih memperhatikan standar keamanan guna mencegah kejadian serupa,” tegas Ade. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: