Rabu, 22 April 2026
Advertisement
Advertisement

Konsisten Mengajar di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Imigrasi Entikong Tiga Tahun Dedikasi Buka Akses Pendidikan Anak Negeri

© Foto oleh Editor
Pegawai kanim kelas II TPI Entikong berikan les bahasa Inggris bagi anak-anak di perbatasan.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Samggau – Komitmen Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan terus ditunjukkan melalui program “Imigrasi Mengajar” yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

 

Melalui program desa binaan Imigrasi di Kecamatan Entikong dan Sekayam, petugas Imigrasi tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang, tetapi juga aktif mengajar anak-anak di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Fitra Izharry, mengatakan bahwa kegiatan mengajar telah dilakukan sejak 2024 dan menyasar lima sekolah dasar di wilayah perbatasan.

 

“Melalui desa binaan Imigrasi, kami mengedukasi masyarakat desa, khususnya di wilayah rawan tindak pidana perdagangan orang. Selain itu, kami juga aktif mengajar di lima sekolah dasar yang ada di perbatasan, dan program ini sudah berjalan selama tiga tahun,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

 

Fitra mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, para pegawai kerap menghadapi berbagai tantangan, terutama akses menuju sekolah yang berada di daerah pedalaman. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berbagi ilmu.

 

Tak hanya mengajar di sekolah, Imigrasi Entikong juga membuka kelas tambahan berupa les Bahasa Inggris dan Matematika bagi anak-anak di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan lingkungan sekitar. Program ini diikuti sekitar 50 anak dan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.

 

“Les ini kami berikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing anak-anak di wilayah perbatasan, agar mereka memiliki daya saing yang lebih baik,” tambahnya.

 

Program ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kepala Desa Entikong, Joko, menyampaikan bahwa kehadiran Imigrasi sangat membantu anak-anak dalam memperoleh akses pendidikan tambahan, khususnya Bahasa Inggris yang masih terbatas di sekolah-sekolah perbatasan.

 

“Kami sangat mendukung program ini. Di wilayah perbatasan, sulit mencari tempat les bahasa asing, apalagi yang gratis. Bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, ini tentu sangat membantu,” ungkapnya.

 

Ia berharap program Imigrasi Mengajar dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah perbatasan, sehingga kualitas pendidikan di daerah tersebut semakin meningkat.  (Ags)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: