Senin, 09 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

YouTuber Bali Andy Opa Gaul Terpukau Cap Go Meh Pontianak, Sebut Paling Istimewa di Asia Tenggara

© Foto oleh Author
Ritual Naga Buka Mata menjadi pembuka rangkaian festival Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak, dimana kemeriahannya memancing minat wisatawan lokal maupu...
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Suasana Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, pada Minggu (1/3/2026) berubah semarak sejak pagi. Tabuhan genderang dan dentuman petasan menggema, mengiringi puluhan replika naga menuju Kelenteng Kwan Tie Bio untuk menjalani Ritual Naga Buka Mata. 

 

Tradisi sakral masyarakat Tionghoa ini menjadi pembuka rangkaian Festival Cap Go Meh 2026 dan sukses menarik ribuan warga yang memadati ruas jalan untuk menyaksikan langsung atraksi budaya yang penuh makna tersebut.

 

Kemeriahan ritual ini tak hanya memikat masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah. Salah satunya adalah YouTuber asal Bali, Andy Opa Gaul, pria berusia 70 tahun kelahiran Binjai, Sumatera Utara, yang untuk pertama kalinya menyaksikan langsung perayaan Cap Go Meh di Pontianak. 

 

Ia mengaku terkesan dengan skala dan antusiasme masyarakat yang luar biasa.

Andy Opa Gaul memberikan dukungan khusus kepada dua replika naga yang ikut dalam perayaan, yakni Naga Karya Abadi sepanjang 55 meter yang diarak lebih dari 100 peserta, serta Naga Pemadam Kebakaran Mandiri yang memiliki panjang mencapai 118,8 meter.

 

“Total ada dua naga yang Opa support. Opa baru pertama merasakan kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak, dan memang benar kalau dibilang terbesar di Asia Tenggara. Salah satu sahabat Opa menghubungi untuk meminta dukungan dalam persiapan pembuatan naga, dan Opa ikut support hingga hadir langsung menyaksikannya,” ujarnya.

 

Tak hanya hadir sebagai pendukung, Andy juga menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyiapkan 500 paket sembako yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut dibagikan usai rangkaian ritual sebagai bentuk kontribusi sosial dalam momen perayaan budaya ini.

 

“Ada 500 paket sembako yang Opa siapkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Setelah dari perayaan ritual ini, Opa langsung bagikan kepada mereka,” tambahnya.

 

Ritual Naga Buka Mata sendiri merupakan bagian penting dalam tradisi Cap Go Meh. Prosesi ini dipercaya sebagai simbol memanggil roh naga langit agar memasuki replika naga, sehingga membawa keselamatan dan kelancaran selama atraksi berlangsung. Setelah ritual selesai, replika naga kemudian beratraksi di depan panggung utama di pertigaan Jalan Diponegoro sebelum berkeliling mengunjungi berbagai tempat usaha warga. Kehadiran naga diyakini membawa keberuntungan dan berkah bagi pemilik usaha.

 

Puncak perayaan Cap Go Meh Pontianak dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026, dengan parade akbar yang akan melibatkan 49 replika naga. Parade akan dimulai dari Jalan Patimura dan melintasi panggung utama di Jalan Gajah Mada, yang dipastikan kembali menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan.

 

Perayaan Cap Go Meh Pontianak tahun ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival budaya terbesar dan paling meriah, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan Indonesia di tingkat internasional. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: