Rabu, 08 April 2026
Advertisement
Advertisement

Sekda Pontianak: ASN Harus Mahir Jadi MC, Kunci Suksesnya Acara Pemerintah

© Foto oleh Editor
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah saat membuka Bimtek dan Etika MC di lingkup Pemerintah Kota Pontianak.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan pentingnya kemampuan master of ceremony (MC) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menunjang profesionalisme dalam setiap kegiatan pemerintahan.

 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Teknik dan Etika Master of Ceremony (MC) dalam Acara Formal dan Nonformal bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak yang digelar di Aula SSA, Selasa (7/4/2026).

 

Menurutnya, peran MC sangat krusial karena menjadi pengendali jalannya sebuah acara. Kualitas sebuah kegiatan, kata dia, kerap ditentukan oleh kemampuan pembawa acara dalam mengatur alur dan suasana.

 

“Peran MC itu penting, karena dia yang memandu dan mengatur lalu lintas acara. Kadang sebuah acara bisa terasa kurang menarik karena MC-nya tidak tepat,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa menjadi MC bukanlah kemampuan yang bisa didapat secara instan. Dibutuhkan pemahaman teknik dasar, etika, serta latihan yang berkelanjutan agar mampu tampil maksimal, terutama dalam acara resmi pemerintahan.

 

“Menjadi MC itu harus dipelajari. Ada ilmu dasar dan teknik yang harus dikuasai agar bisa menjalankan peran dengan baik,” tambahnya.

 

Selain penguasaan teknik, Amirullah juga menyoroti pentingnya kepercayaan diri yang didukung dengan persiapan matang. Seorang MC harus memahami susunan acara, mengenali tamu yang hadir, serta mengetahui secara tepat nama, gelar, dan jabatan yang akan disebutkan.

 

“Dalam acara formal, kesalahan menyebut nama atau gelar bisa berakibat fatal. Karena itu, MC harus benar-benar memahami detail acara sebelum tampil,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, kemampuan membaca situasi dan mengelola suasana juga menjadi kunci. MC dituntut peka terhadap kondisi di lapangan, mampu mengatur ritme acara dari pembukaan hingga penutupan, serta menyesuaikan gaya penyampaian dengan jenis kegiatan.

 

“MC harus tahu kapan berbicara, kapan berhenti, dan bagaimana membawa suasana. Setiap tahapan acara punya nuansa berbeda yang harus dikuasai,” paparnya.

 

Melalui pelatihan ini, ia berharap akan lahir lebih banyak ASN yang memiliki kemampuan MC secara profesional, sehingga mampu mendukung berbagai kegiatan pemerintahan dengan lebih baik.

 

“Kita masih kekurangan kader MC. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa melahirkan ASN yang siap, beretika, dan profesional dalam membawakan acara,” pungkasnya. (*)

Editor :
Slamet Ardiansyah

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: