Rakyat Kalbar, Pontianak – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mendorong lahirnya langkah konkret di daerah.
Kegiatan yang digelar secara daring pada Kamis (9/4/2026) ini dihadiri Gubernur Kalimantan Barat atau yang mewakili, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, jajaran Forkopimda, Deputi Bidang KB/KR, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nuryamin, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya mendapat amanat melalui Perpres Nomor 115 Tahun 2025 untuk mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B.
Di Kalimantan Barat, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat sebanyak 460 dapur, dengan 200 dapur di antaranya telah menjalankan program atau sekitar 43 persen. Selain itu, terdapat 657 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terlibat dalam pendistribusian MBG, serta 1.661 kader non-TPK yang turut berperan.
“Program ini membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar dapat menjangkau lebih banyak sasaran secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2024 tentang RPJMN 2025–2029 serta Perpres Nomor 153 Tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Hingga saat ini, dokumen tersebut baru tersusun di tingkat provinsi dan Kabupaten Sintang.
Menurutnya, Rakorda ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian program, serta merumuskan strategi ke depan yang lebih terukur dan berdampak.
“Forum ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu melahirkan keputusan konkret yang dapat segera diimplementasikan di masing-masing daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan kependudukan ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika struktur penduduk, risiko stunting, hingga kebutuhan data yang akurat dan terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan kerja yang lebih terarah, terukur, dan kolaboratif.
Melalui Rakorda ini, seluruh peserta diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Program Bangga Kencana, sekaligus memastikan pembangunan kependudukan di Kalimantan Barat berjalan lebih berkualitas, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Di akhir laporannya, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan.
Rakorda Bangga Kencana 2026 pun diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pembangunan keluarga dan kependudukan yang lebih baik di Kalimantan Barat. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: