Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

RSUD Pratama Jagoi Babang Sudah Berdiri Megah, Namun Belum Bisa Layani Pasien Gara-Gara Izin Operasi

© Foto oleh Editor
Pelayanan RSUD Pratama Jagoi Babang Bengkayang terkendala surat izin operasional.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Bengkayang – Harapan masyarakat perbatasan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dari RSUD Pratama Jagoi Babang hingga kini belum sepenuhnya terwujud. Meski telah diresmikan sejak September 2024, rumah sakit yang dibangun dengan anggaran Rp36,7 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 itu masih terkendala Surat Izin Operasional (SIO).

 

RSUD yang dibangun oleh PT Budi Bangun Konstruksi sejak Juli 2023 ini digadang-gadang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dengan kapasitas 50 tempat tidur dan fasilitas yang cukup lengkap seperti IGD, kamar operasi, serta berbagai poli spesialis, kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Peresmian rumah sakit dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis pada 19 September 2024. Namun, satu tahun berlalu, pelayanan kesehatan belum dapat berjalan maksimal.

 

Mantan Pelaksana Direktur RSUD Pratama Jagoi Babang, Noverita Irmayanti, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada proses pengurusan izin operasional yang belum tuntas. Persoalan tersebut berkaitan dengan status kepemilikan lahan yang masih menghadapi keberatan dari pihak tertentu terkait batas tanah.

 

Ia menjelaskan bahwa upaya penyatuan dokumen aset, mulai dari sertifikat hingga Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPT), masih belum menemukan titik temu. Hal ini berdampak pada terhambatnya pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang menjadi salah satu syarat penting penerbitan izin operasional.

 

“Sudah satu tahun kami berjuang, tetapi pelayanan belum bisa maksimal hanya karena terkendala izin operasional. Hampir setiap hari masyarakat datang, namun kami belum bisa melayani sebagaimana mestinya,” ujarnya saat serah terima jabatan direktur, Kamis (9/4/2026).

 

Noverita berharap direktur definitif yang baru dapat segera menuntaskan persoalan tersebut agar rumah sakit bisa segera difungsikan secara optimal. Ia juga mengajak seluruh tenaga kesehatan dan pegawai untuk tetap solid dan mendukung kepemimpinan baru.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Pratama Jagoi Babang yang baru, dr. Mario Teswaran Lobo, menyatakan komitmennya untuk menjadikan penyelesaian izin operasional sebagai prioritas utama.

 

“Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah menuntaskan persoalan yang menyebabkan pelayanan belum bisa berjalan. Ini tugas berat, dan saya tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

 

Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh tenaga medis dan staf untuk mempercepat proses penyelesaian administrasi, sehingga rumah sakit yang berada di wilayah strategis perbatasan ini dapat segera memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, keberadaan RSUD Pratama Jagoi Babang sangat vital sebagai fasilitas kesehatan di garda terdepan NKRI. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak agar rumah sakit ini bisa segera beroperasi penuh.

 

Acara serah terima jabatan ditutup dengan penandatanganan berita acara dan dilanjutkan dengan pisah sambut Kepala Puskesmas Jagoi Babang pada hari yang sama. (Kd)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: